Sabtu, 31 Mei 2025

Perjalanan Ai Susanti dari Relawan hingga Duta Pariwisata Jawa Barat dengan Deretan Penghargaan

                                         Perjalanan Ai Susanti dari Relawan hingga Duta Pariwisata Jawa Barat dengan Deretan Penghargaan

SURAT KABAR, CIMAHI – Di balik wajah ayunya, Ai Susanti (23), atau yang akrab disapa Susan, menyimpan kisah perjuangan dan pengabdian yang luar biasa. 

Perempuan asal Kota Cimahi ini tak hanya dikenal sebagai Duta Pariwisata Jawa Barat, tetapi juga seorang relawan sosial bersertifikasi dari Kementerian Sosial RI dengan dedikasi tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

Perjalanan Susan sebagai relawan dimulai secara tidak terduga pada tahun 2020. Awalnya, ia hanya membantu kegiatan sosial secara sukarela. Namun sejak Februari 2021, kiprahnya kian serius dan terarah.

"Saya awalnya enggak tahu, cuma bantu-bantu aja. Tapi lama-lama saya merasa ini adalah panggilan. Sejak itu saya mulai serius belajar dan terjun sepenuhnya di dunia kerelawanan," ujar Susan kepada Surat Kabar, Minggu, 1 Juni 2025.

Meski tak sedikit tantangan yang dihadapi, Susan tetap konsisten. Salah satu kendala utama menurutnya adalah kesiapan waktu. Ia harus selalu siaga 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Jadi relawan itu harus siap kapan saja. Kadang malam pun harus turun ke lapangan. Tapi saya jalani dengan hati, karena semua ini bukan soal pamrih," tuturnya.

Di tengah aktivitasnya sebagai relawan, Susan juga menorehkan segudang prestasi membanggakan. Ia pernah dinobatkan sebagai Duta Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Barat (Smiling West Java Ambassador) 2023, 4th Runner-Up Duta Pariwisata Jabar 2024.

Serta meraih penghargaan Best Advokasi dan Duta Marketing Terbaik tahun 2024. Tak hanya itu, ia juga merupakan Puteri Kebudayaan Nusantara Jawa Barat 2024 dan peraih predikat Best Presentation dalam ajang yang sama.

Prestasinya tak terbatas di bidang pariwisata. Ia juga aktif menjadi narasumber di berbagai forum, seperti RRI Pro 1 dan Pro 2 Bandung, serta UT Radio. Susan kerap membagikan inspirasi seputar peran generasi muda dalam promosi pariwisata, kepemudaan, dan literasi digital.

Namun di balik segudang pencapaian itu, Susan mengaku belum merasakan perhatian langsung dari pemerintah.

"Soal perhatian dari pemerintah, saya belum pernah merasakan sih. Tapi saya juga nggak pernah berharap ke sana. Untuk biaya kuliah dan kegiatan, saya usaha sendiri dari hasil MC, freelance, jadi duta marketing, dan bantu-bantu orang," ujarnya dengan nada ringan namun tegas.

Meski begitu, Susan bersyukur karena masih ada individu-individu yang memberikan dukungan nyata.

"Orang-orang terdekat yang betul-betul kenal saya, Alhamdulillah banyak bantu. Bukan dari instansi, tapi dari hati," tambahnya.

Kini, Susan aktif di Lembaga Kesejahteraan Sosial Al-Hikmah Kota Cimahi dan menjabat sebagai Ketua Departemen Kajian dan Pemberdayaan di PD Pemudi PUI KBB. Ia juga tercatat sebagai anggota Fatayat NU dan Himpunan Pramuwisata Indonesia.

Ketika ditanya apa yang paling berkesan selama menjadi relawan, Susan menjawab dengan mata berbinar, "Banyak banget. Salah satunya saya jadi punya banyak relasi, bisa memberdayakan anak-anak di Cimahi, bantu mereka tumbuh lebih baik. Itu priceless."

Dengan sederet pencapaian dan semangat pengabdian yang tak pernah padam, Ai Susanti menjadi sosok inspiratif yang menunjukkan bahwa kecantikan sejati bukan hanya terpancar dari rupa, tetapi juga dari ketulusan hati untuk melayani sesama. (SAT)

Presiden Prabowo Sumbang Sapi Simmental Seberat 1,16 Ton untuk Kurban di Mojokerto

 
Presiden Prabowo Sumbang Sapi Simmental Seberat 1,16 Ton untuk Kurban di Mojokerto (Sumber: Viva Banyumas)

SURAT KABAR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut ambil bagian dalam perayaan Idul Adha tahun ini dengan menyumbangkan seekor sapi jenis simmental berbobot 1,16 ton untuk dikurbankan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sapi jantan tanpa tanduk itu diberi nama Masbro, dan dibeli dengan harga Rp120 juta.

Dilansir dari Detik.com, Masbro dipelihara secara khusus di peternakan Berkah Wafa Farm, yang berlokasi di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro. 

Peternakan ini dikelola oleh Faisal Efendi dan memiliki lebih dari 80 ekor sapi dari berbagai jenis, termasuk limousin, peranakan ongole (PO), brahman, belgian blue, dan angus.

Menurut Mochammad Zaini (50), perawat sapi di peternakan tersebut, nama “Masbro” diberikan secara spontan oleh para karyawan dan tidak memiliki arti khusus. 

Ia menjelaskan bahwa perawatan Masbro dilakukan secara intensif selama dua bulan terakhir, mulai dari pemberian pakan hingga kebersihan kandang.

"Pakannya konsentrat, ditambah rumput gajah dan pohon jagung yang sudah digiling. Kami juga rutin memandikan dan membersihkan kandangnya pagi dan sore," jelas Zaini kepada wartawan, Minggu (1/6/2025).

Proses seleksi Masbro sebagai hewan kurban bantuan presiden (banpres) dilakukan awal Mei lalu. Tim dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto melakukan survei terhadap lima sapi dari berbagai jenis yang ada di peternakan tersebut. 

Setiap sapi diukur tinggi, panjang, dan lingkar badannya, serta menjalani pemeriksaan kesehatan ketat.

Dari hasil penilaian tersebut, Masbro dinilai paling memenuhi kriteria dan dipilih sebagai hewan kurban presiden. 

Sapi dengan tubuh besar dan bulu cokelat keemasan berpadu putih ini dijadwalkan akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha, Kamis 6 Juni 2025, di Masjid Dusun Glatik, Desa Watesnegoro.

"Masbro akan dikirim ke lokasi penyembelihan pada H-1. Semua proses pembelian sudah lunas, dan ini menjadi kebanggaan bagi kami," kata Zaini menambahkan.

Bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo ini menjadi bagian dari upaya simbolik untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat daerah dalam momen Idul Adha. 

Selain berperan sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran sapi kurban presiden ke berbagai daerah merupakan tradisi tahunan yang terus dilanjutkan oleh pemimpin negara sebagai bentuk kontribusi sosial dan kemanusiaan. 

Di Mojokerto, kehadiran Masbro pun menjadi perhatian warga dan simbol semangat berbagi pada momentum Hari Raya Kurban tahun ini.

Bukan Cuma Bikin Rezeki Nempel, Ini 7 Manfaat Lain Tanaman Anggrek di Rumah Kamu

 

Bukan Cuma Bikin Rezeki Nempel, Ini 7 Manfaat Lain Tanaman Anggrek di Rumah Kamu

SURAT KABAR - Siapa sih yang nggak kenal anggrek? Tanaman cantik satu ini udah lama jadi primadona di dunia tanaman hias. 

Banyak orang percaya kalau tanaman anggrek bisa menarik rezeki, bikin rumah adem dan penuh aura positif. Tapi, tahukah kamu kalau manfaat tanaman anggrek ternyata lebih dari sekadar "penarik rezeki"?

Yes, anggrek bukan cuma soal feng shui atau kepercayaan turun-temurun. Tanaman dengan nama latin Orchidaceae ini punya segudang manfaat ilmiah dan praktis buat kehidupan sehari-hari. 

Dilansir dari NASA Clean Air Study, yuk, simak apa aja manfaat tanaman anggrek yang bisa bikin kamu makin sayang sama si cantik satu ini!

1. Penyaring Udara Alami

Anggrek termasuk tanaman yang punya kemampuan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen secara aktif, bahkan di malam hari. 

Menurut studi NASA Clean Air Study, beberapa spesies anggrek juga bisa membantu menyaring polutan dari udara dalam ruangan, seperti formaldehida dan xylene. Jadi, punya anggrek di rumah itu sama aja kayak punya air purifier alami!

2. Anti-Stres dan Bikin Mood Naik

Anggrek punya tampilan yang cantik dan warna yang menenangkan. Sebuah penelitian dari Journal of Environmental Psychology menyebutkan bahwa melihat tanaman hias bisa menurunkan tingkat stres dan memperbaiki mood. Nggak heran deh kalau orang yang merawat anggrek biasanya lebih kalem dan happy.

3. Obat Herbal Tradisional

Di beberapa budaya Asia, anggrek udah lama dimanfaatin sebagai tanaman obat. Misalnya di Cina, jenis Dendrobium digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan sistem imun, menyembuhkan batuk, bahkan sebagai tonik penambah energi. 

Tapi ingat ya, kalau mau konsumsi untuk pengobatan, konsultasikan dulu sama ahli herbal atau dokter.

4. Simbol Cinta dan Keindahan

Anggrek juga punya nilai filosofis yang tinggi. Di banyak budaya, anggrek dianggap simbol cinta, keindahan, dan kemurnian. 

Makanya tanaman ini sering banget dipakai buat hadiah ulang tahun, anniversary, atau bahkan dekorasi pernikahan. Kehadirannya bisa memperkuat suasana penuh kasih di rumah.

5. Investasi Jangka Panjang

Buat kamu yang hobi berkebun, anggrek bisa jadi peluang usaha juga, lho! Beberapa jenis anggrek seperti Phalaenopsis atau Anggrek Hitam punya nilai jual tinggi di pasaran. Kalau kamu serius merawat dan membudidayakan, bisa banget jadi ladang cuan tambahan.

6. Edukasi dan Terapi

Merawat anggrek bisa jadi media edukasi buat anak-anak dan juga sebagai terapi untuk orang dewasa. Aktivitas merawat tanaman terbukti bisa membantu pemulihan pasien depresi ringan hingga lansia yang butuh stimulasi aktivitas ringan.

7. Mempercantik Interior Rumah

Dengan bentuk yang elegan dan warna beragam, anggrek cocok banget buat mempercantik interior rumah. Mau ditaruh di ruang tamu, meja kerja, atau dekat jendela dijamin bikin suasana ruangan makin segar dan estetik!

Kesimpulan

Tanaman anggrek bukan sekadar pemanis rumah atau tanaman hoki. Dari manfaat kesehatan, kecantikan, sampai potensi bisnis, anggrek punya segalanya. 

Nggak ada salahnya mulai rawat satu pot anggrek di rumah, siapa tahu bukan cuma rezeki yang datang, tapi juga kesehatan dan kebahagiaan.

Nilai Tukar Dolar AS ke Rupiah Mengalami Fluktuasi Signifikan Sabtu Ini

 
Nilai Tukar Dolar AS ke Rupiah Mengalami Fluktuasi Signifikan Sabtu Ini

SURAT KABAR – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah pada Sabtu (1/6) tercatat mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. 

Data dari berbagai sumber keuangan dan perbankan menunjukkan kurs USD/IDR bergerak dalam rentang Rp16.294 hingga Rp16.827 per dolar AS, tergantung waktu dan acuan yang digunakan.

Menurut situs Wise, nilai tukar pasar tengah untuk 1 USD mencapai Rp16.827. Angka ini menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, mendekati titik tertinggi 30 hari terakhir di Rp16.968. 

Sementara itu, posisi terendah selama periode tersebut berada pada angka Rp16.350.

Bank Indonesia (BI) dan sejumlah bank besar di Tanah Air mencatat perbedaan kurs jual dan beli yang tipis. 

Contohnya, Bank BCA menetapkan kurs jual USD/IDR sekitar Rp16.390 dan kurs beli sekitar Rp16.240. Bank Mandiri mencatat kurs jual Rp16.375 dan kurs beli Rp16.250.

Perbedaan ini wajar terjadi karena tiap bank memiliki kebijakan sendiri dalam menetapkan margin keuntungan dan biaya layanan.

Masyarakat yang hendak menukar dolar ke rupiah atau sebaliknya disarankan untuk membandingkan kurs antarbank dan memanfaatkan layanan dengan nilai tukar pasar tengah agar tidak terkena markup tersembunyi.

Dalam 30 hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar menunjukkan pola yang dinamis. Analis keuangan mengungkapkan, fluktuasi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global seperti kebijakan suku bunga The Fed, kondisi ekonomi AS, dan situasi geopolitik internasional.

Selain itu, faktor domestik seperti tingkat inflasi, cadangan devisa, dan neraca perdagangan juga turut memberikan dampak pada pergerakan rupiah.

Nilai tukar pasar tengah menurut Wise yang berada di kisaran Rp16.816,5 sampai Rp16.827 dianggap sebagai acuan netral karena mencerminkan rata-rata nilai tukar antara penjual dan pembeli tanpa tambahan biaya dari lembaga keuangan.

Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau pergerakan nilai tukar ini guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

Meskipun rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, otoritas menilai kondisi pasar valuta asing masih dalam kendali dan batas wajar.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melakukan transaksi impor atau internasional, fluktuasi nilai tukar ini menjadi perhatian penting. 

Mereka disarankan untuk merencanakan konversi mata uang dengan cermat dan mengikuti perkembangan terbaru dari sumber resmi dan terpercaya.

Secara keseluruhan, nilai tukar dolar terhadap rupiah hari ini berada di kisaran Rp16.200 hingga Rp16.800, dengan posisi tertinggi mencapai Rp16.827 per dolar AS. 

Dalam situasi ini, kewaspadaan dan perencanaan keuangan menjadi hal krusial untuk menghadapi ketidakpastian nilai tukar global.

Oasis Reuni 2025: Tiket Masih Bisa Didapat, Tapi Hati-Hati Penipuan!

Oasis Reuni 2025: Tiket Masih Bisa Didapat, Tapi Hati-Hati Penipuan!

SURAT KABAR - Oasis is back, baby! Setelah 16 tahun vakum, Liam dan Noel Gallagher akhirnya kembali manggung bareng lewat tur dunia Oasis Live '25 yang sudah bikin jagat musik Inggris (dan dunia!) geger. 

dilansir dari manchestereveningnews, tiketnya? Ludes diserbu dalam hitungan menit. Tapi tenang dulu buat lo yang belum kebagian, masih ada peluang buat nonton langsung band Britpop legendaris ini. Tapi ingat: hati-hati beli tiketnya, ya!

Musim panas ini, Oasis bakal menyapa fans setia mereka di sejumlah kota besar kayak Cardiff, Manchester, London, Edinburgh, dan Dublin. Dengan hype setinggi langit, wajar kalau ada lebih dari 485.000 pencarian bulanan di Google UK cuma buat satu kata kunci: Oasis tickets. Lo gak salah baca, Bro.

Nah, di tengah hype itu, platform resmi Twickets, yang jadi mitra penjualan ulang tiket konser Oasis, ngasih angin segar buat lo yang belum dapet tiket. 

Mereka bilang, masih ada kemungkinan tiket tersedia lewat resale resmi, tanpa harus nekat beli dari calo online yang gak jelas asal-usulnya.

"Jangan langsung percaya sama situs jual tiket yang nawarin ‘stok melimpah’. Banyak di antaranya ternyata jualan tiket palsu, atau bahkan belum punya tiket sama sekali," ujar Richard Davies, pendiri Twickets, dalam wawancara terbaru.

Buat yang belum tahu, Twickets ini platform jual-beli tiket resmi dengan harga asli (bukan harga sultan). 

Sejak launching tahun 2011, sistem mereka udah ketat banget. Semua tiket dicek dulu sama moderator sebelum tayang. 

Biayanya juga standar banget, cuma 12,5% booking fee dan pilihan pengirimannya variatif bisa e-ticket, kirim fisik, bahkan COD ketemuan langsung.

Richard juga ngasih tips jitu buat para fans yang masih berburu tiket:

"Timing itu segalanya. Biasanya tiket resale baru muncul mendekati hari H, bahkan kadang di hari konser itu sendiri.”kata Richard.

Kalau lo nemu tiket yang statusnya “accepting offers”, itu artinya lo bisa tawar-menawar langsung—peluang emas buat dapet tiket dengan harga masuk akal.

Salah satu fans beruntung yang berhasil dapet tiket adalah Joel Hawkins, 19 tahun, asal Sunderland. Dia beli tiket buat konser Oasis di Heaton Park, Manchester, 11 Juli nanti—lewat Twickets, tentu aja.

"Tiket ini buat gue dan pacar gue. Kita berdua fans berat Oasis dan udah nonton solo tour Liam dan Noel beberapa kali,” kata Joel.

"Gue tumbuh besar bareng musik Oasis. Dari kecil udah denger lagu-lagu mereka di rumah, mobil, sampai acara keluarga. Sekarang, gue koleksi vinyl mereka dan tiap hari masih muter lagu-lagunya di mobil gue sendiri!”

Joel juga cerita betapa excited-nya dia bakal jadi bagian dari crowd yang dia cuma bisa tonton di video YouTube selama ini.

“Gak nyangka akhirnya gue bisa nonton langsung. Heaton Park, crowd gila, semua nyanyi bareng gue bakal ada di tengah-tengah itu semua. Masih kerasa mimpi sih.”

Jadi, buat lo yang masih pengen ngerasain magisnya Oasis Live ‘25, sabar, fleksibel, dan waspada itu kunci. Pantau terus platform resmi kayak Twickets, dan jangan tergoda penawaran “menarik” dari situs yang gak jelas. 

Kadang, tiket impian bisa muncul di detik-detik terakhir—asal lo siap, lo bisa jadi bagian dari sejarah comeback paling gila tahun ini. (SAT)

Oasis Reuni 2025: Comeback yang Gak Cuma Nostalgia, Tapi Juga Gebrakan!

Oasis Reuni 2025: Comeback yang Gak Cuma Nostalgia, Tapi Juga Gebrakan!

SURAT KABAR – Dunia musik rock akhirnya dapet kado terbesar di 2025: Oasis reuni! Yap, band legendaris asal Manchester yang sempat pecah gara-gara drama dua bersaudara Noel dan Liam Gallagher akhirnya kembali satu panggung setelah 15 tahun vakum. 

Reuni ini gak cuma bikin penggemar generasi 90-an klepek-klepek, tapi juga ngenalin vibe britpop ke Gen Z yang haus musik jujur, mentah, dan penuh attitude.

The Big Comeback

Pengumuman resmi reuni Oasis muncul awal Januari 2025 lewat unggahan bareng di akun X (dulu Twitter) milik Noel dan Liam. 

Caption-nya simpel tapi ngena: "The boys are back. #Oasis2025Tour." Dalam 2 jam, unggahan itu langsung trending worldwide dan jadi bahan obrolan di semua lini sosial media.

Menurut Liam, reuni ini bukan soal uang, tapi soal “menyelesaikan sesuatu yang belum kelar.” Sementara Noel yang biasanya dingin, akhirnya luluh juga karena desakan fans dan, katanya, “buat nyenengin mamaku yang kangen liat anak-anaknya damai.”

Jadwal Tur dan Lagu Baru

Reuni Oasis ini gak tanggung-tanggung. Oasis siap tur keliling dunia mulai Mei 2025. Kota-kota kayak London, Tokyo, Los Angeles, sampai Jakarta udah masuk jadwal. Yes, Indonesia dapat jatah konsernya Oasis, bro!

Yang lebih gila lagi, mereka gak cuma bawa lagu lama kayak Wonderwall, Don’t Look Back in Anger, dan Champagne Supernova

Oasis juga ngeluarin satu lagu baru berjudul “Start Again” yang rilis di platform digital tanggal 7 April 2025. Lagu ini udah didengar lebih dari 25 juta kali di Spotify dalam seminggu, dan sukses masuk top 10 global chart.

Drama yang Jadi Legenda

Sejarah panjang Oasis penuh drama dan konflik. Dari ribut di panggung, saling ejek di media, sampai bubar di tahun 2009 karena perkelahian hebat di Paris, Liam dan Noel selalu jadi ikon rock n’ roll sibling rivalry. Tapi justru drama itu yang bikin Oasis terasa nyata dan manusiawi.

Fans lama kayaknya gak butuh mereka jadi akur 100%. Mereka cuma pengen liat dua orang genius ini berbagi panggung lagi dan nyanyiin lagu-lagu yang jadi soundtrack hidup.

Oasis dan Generasi Baru

Uniknya, reuni Oasis ini juga disambut hangat sama anak muda zaman sekarang. Banyak yang nemuin musik Oasis lewat TikTok, YouTube, dan Spotify. 

“Gue baru denger Oasis tahun lalu, dan langsung jatuh cinta. Lagu mereka tuh jujur banget,” kata Naya (19), mahasiswa asal Bandung.

Fenomena ini bikin Oasis jadi salah satu band lawas yang sukses nembus dua generasi sekaligus. Mereka bukan cuma nostalgia, tapi juga jadi inspirasi baru di dunia musik.

Kesimpulan: Not Just a Comeback, It’s a Cultural Moment

Reuni Oasis di 2025 bukan cuma soal satu band ngeband bareng lagi. Ini soal healing, nostalgia, dan bukti bahwa musik bagus gak kenal zaman. 

Oasis ngajarin kita satu hal penting: kadang, ngelupain ego dan berdamai bisa ngasih energi baru buat berkarya.

Dan buat yang belum pernah nonton Oasis live this is your chance. Because in 2025, some might say... the legend is truly back. (SAT)

Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Tanggung Biaya Hidup Anak Korban Longsor Tambang Gunung Kuda

Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Tanggung Biaya Hidup Anak Korban Longsor Tambang Gunung Kuda

SURAT KABAR, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sosial dan logistik untuk korban longsor di Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. 

Selain menyalurkan santunan kepada keluarga korban, Pemprov juga mencabut izin operasional tambang milik koperasi pesantren dan dua yayasan tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi keluarga korban, terutama anak-anak yang ditinggalkan.

"Ada kepedulian untuk korban. Kami akan menanggung biaya hidup untuk anak-anaknya. Kami juga sudah menyiapkan santunan untuk keluarganya," ujar Dedi saat ditemui di lokasi, Sabtu, 31 Mei 2025.

Pria yang akrab disapa KDM itu juga menuntut tanggung jawab dari para pengelola tambang terhadap para korban. Menurutnya, keuntungan besar dari aktivitas penambangan seharusnya sejalan dengan kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

"Nambang di sini kan untungnya sudah banyak, kami minta mereka juga turut peduli pada keluarga korban," tegasnya.

Selain dukungan santunan, Dinas Sosial Jawa Barat menyalurkan bantuan logistik senilai Rp27,7 juta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon. Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.

Logistik yang dikirim meliputi bahan pangan seperti mi instan, liwet instan, kornet, sarden, kecap, saus sambal, abon, minyak goreng, gula, dan teh. Seluruh bantuan ini mendukung operasional Dapur Umum Lapangan milik Dinas Sosial Kabupaten Cirebon yang saat ini memasak hingga 400 porsi dalam sekali masak.

Makanan yang diproduksi dari dapur umum tersebut didistribusikan kepada tim evakuasi dan relawan yang bekerja di lokasi bencana, serta untuk keluarga korban terdampak.

Langkah tegas juga diambil Pemprov Jabar dengan mencabut izin operasional tambang yang diduga menjadi penyebab longsor. Tambang tersebut dikelola oleh tiga entitas, yakni satu koperasi pesantren dan dua yayasan. Penutupan resmi dilakukan pada Jumat malam, sehari sebelum kunjungan Gubernur.

Hingga kini, proses evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Pemprov Jabar memastikan seluruh proses penanganan bencana terus dikawal secara intensif. (SAT)

Pameran Cat Air IWS Angkat Isu Politik Identitas dan Keberagaman Budaya di Indonesia

Pameran Cat Air IWS Angkat Isu Politik Identitas dan Keberagaman Budaya di Indonesia

SURAT KABAR, BANDUNG – Fenomena politik identitas dan populisme yang kian mengemuka di Indonesia menjadi salah satu sorotan dalam pameran seni lukis cat air bertajuk Aku Indonesia, yang digelar oleh Indonesian Watercolour Society (IWS) di Thee Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat, sepanjang Mei lalu.

Pameran ini merupakan kali ketiga diselenggarakan IWS di Kota Bandung, setelah sebelumnya digelar pada 2016 di Gedung Indonesia Menggugat dan 2019 di Gedung Yayasan Pendidikan Kebudayaan. Ketua IWS, Robby Lulianto, mengatakan bahwa Aku Indonesia menjadi ruang silaturahmi bagi para pelukis cat air dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pameran ini kami beri tema Aku Indonesia sebagai bentuk kebanggaan menjadi bangsa Indonesia yang kaya dengan keanekaragaman hayati, suku, budaya, pesona alam, serta keagungan bangunan bersejarahnya,” kata Robby dalam sambutannya saat pembukaan.

Ia juga menekankan keistimewaan cat air sebagai medium yang tidak bisa ditandingi oleh teknologi apa pun, termasuk kecerdasan buatan. 

“Keindahan visual dan estetika yang menjadi indikasi keunggulan cat air, dibanding media lain, bahkan tidak bisa ditandingi oleh teknologi AI sekalipun,” imbuhnya.

Di balik semarak karya-karya visual, pameran ini menyoroti isu penting soal identitas dan keberagaman. Dalam pengantar kuratorial, disebutkan bahwa populisme yang berafiliasi dengan politik identitas berbasis agama dan budaya di Indonesia membawa potensi disintegrasi sosial dan kebangsaan.

Tema Aku Indonesia dimaknai sebagai ajakan untuk menyadari dan merangkul perbedaan. 

“Eksistensi masyarakat plural dan multikultural pada dasarnya adalah sebuah realitas yang harus diterima, dirangkul, digeluti, dan diaplikasikan,” tulis tim kurator.

Sebanyak 52 karya dari puluhan pelukis dipamerkan. Para seniman yang berpartisipasi berasal dari berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Denpasar, Depok, Bogor, Gianyar, Kuta, Semarang, Sleman, Surabaya, Tangerang, hingga Lombok. 

Beberapa di antaranya adalah Alex Kasin, Budiarti Silalahi, Farida Wahyu, Danny S. Christian, Corry Harisyahatullaely, Iwan Kertawijaya, Made Sutarjaya, Sylvia Yudhira, dan Robby Lulianto.

Ragam gaya artistik seperti realisme, impresionisme, ekspresionisme, hingga simbolisme tampak dalam karya-karya tersebut. 

“Karya-karya seni lukis cat air dalam pameran Aku Indonesia adalah manifestasi artistik yang berupaya melukiskan pentingnya kesadaran atas ruang bersama,” ungkap tim kurator.

Pameran ini juga menjadi upaya membangkitkan kembali apresiasi terhadap seni cat air di tengah keterbatasan ruang dan perhatian publik. IWS yang dipimpin Robby Lulianto dan dibina oleh Tossin Himawan telah menggelar pameran serupa di berbagai kota, baik di dalam maupun luar negeri, selama lebih dari tiga dekade.

“Ketika pandemi Covid-19 melanda, beratus karya tetap lahir dari tangan dan kepekaan mereka,” ujar kurator, menekankan semangat berkarya para pelukis cat air di tengah keterbatasan.

Menurut mereka, cat air memiliki elan vital daya hidup yang bersumber dari intuisi dan kejutan visual dalam proses melukis. 

“Unsur kejutan yang lahir dari aspek ketidakterdugaan menjadi berharga sebagai elan vital ketika persepsi intuitif bekerja dalam tegangan kesadaran,” tutup mereka. (SAT)

Kisah Ai Susanti, Relawan Muda yang Berdedikasi Tanpa Pamrih untuk Anak-Anak Cimahi

Kisah Ai Susanti, Relawan Muda yang Berdedikasi Tanpa Pamrih untuk Anak-Anak Cimahi

SURAT KABAR, CIMAHI – Di tengah kerasnya kehidupan kota dan kian sempitnya ruang empati di masyarakat urban, masih ada sosok yang bersinar lewat ketulusan dan aksi nyata. 

 Ia dalah Ai Susanti, seorang gadis muda dari Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. 

Di usianya yang masih 23 tahun, Susan begitu ia akrab disapa memilih jalan sunyi menjadi relawan kemanusiaan demi anak-anak dan warga yang membutuhkan uluran tangan.

“Awalnya, karena aku punya jiwa sosial yang tinggi dan suka bantu banyak orang,” kata Susan lirih saat diwawancarai, Sabtu 31 Mei 2025.

Namun, di balik semangatnya, tersimpan luka masa lalu yang membentuk prinsip hidupnya hari ini. 

Susan tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah dan harus menjalani hidup mandiri sejak kecil di kampung. 

Keterbatasan ekonomi tidak memadamkan nyala hatinya untuk menjadi cahaya bagi orang lain.

“Aku tidak mau melihat orang lain mengalami hal yang sama susah kayak aku dulu. Aku mau anak-anak yang aku bina tumbuh dengan baik dan bisa menemukan dirinya lebih baik,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Dari Nol hingga Puluhan Anak Binaan

Sejak Februari 2021, Susan menjadi tulang punggung berbagai kegiatan sosial di LKS Al-Hikmah Cimahi. Bukan hanya sebagai relawan biasa, ia adalah motor penggerak.

“Aku dari awal bikin perizinan LKS. Aku datang sendiri ke warga, RT, RW, kelurahan, kecamatan, sampai ke Dinsos. Terus sosialisasi ke anak-anak, ngajak mereka ngaji. Awalnya cuma 1–2 orang, sekarang sudah sampai 143 anak, dan yang aktif penuh ada 45 orang,” jelas Susan dengan penuh semangat.

Anak-anak binaannya kini sudah menunjukkan perkembangan luar biasa. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih beasiswa yatim dari Rumah Amal Salman. Ada pula yang mendapat bantuan dari Yayasan YAPI Kemensos. 

Tak hanya soal akademik, mereka juga aktif di bidang seni dan keagamaan dari mewarnai, hafalan Al-Qur'an, hingga story telling.

Tak jarang kegiatan mereka menarik perhatian banyak pihak. Dari mahasiswa, organisasi sosial, hingga tokoh-tokoh penting seperti Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, yang turut hadir dalam kegiatan bakti sosial bersama para relawan dan anak-anak LKS.

Tantangan, Air Mata, dan Semangat Tak Pernah Padam

Namun jalan pengabdian ini bukan tanpa rintangan. Susan sempat merasa kecewa ketika upayanya untuk audiensi ke Pemerintah Kota Cimahi ditolak. 

Tapi ia tidak menyerah. Dalam sebuah forum diskusi, ia akhirnya bertemu langsung dengan Pj Wali Kota dan Ketua DPRD Cimahi.

“Dari situ banyak relasi yang bisa terjalin bahkan sampai sekarang,” ungkapnya.

Keterlibatan intens di dunia sosial membuat Susan sempat melupakan pendidikan formalnya. 

Tapi ia sadar, pendidikan tetap penting. Maka dengan tekad kuat, ia mulai menabung dari hasil kerja serabutan menjadi MC, duta marketing, dan freelance lainnya  hingga akhirnya bisa kembali melanjutkan kuliah.

“Kadang aku harus ke sana kemari buat bertahan hidup dan kirim ke rumah juga,” ceritanya.

Menjadi relawan juga berarti siap 24 jam membantu masyarakat, tanpa gaji tetap. Namun bagi Susan, bukan itu tujuannya. 

Ia mengaku tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah, meski hingga saat ini belum ada perhatian khusus yang ia rasakan dari lembaga resmi.

“Yang betul-betul kontribusi lebih ke pribadi, bukan pemerintah. Tapi aku nggak berharap ke sana. Sejauh ini aku bisa bayar kuliah pun dari hasil freelance,” tuturnya.

Membesarkan Harapan, Menyalakan Asa

Meski banyak suka duka, Susan merasa kehidupannya lebih berwarna sejak menjadi relawan. 

Ia bisa mengenal banyak orang, membangun relasi, dan yang terpenting: memberdayakan anak-anak Cimahi agar tumbuh menjadi versi terbaik dari diri mereka.

“Kesan paling berkesan? Bisa ngeberdayain anak-anak buat bertumbuh lebih baik,” ujar Susan dengan senyum penuh harapan.

Perjalanan pengabdiannya telah mengantarkannya pada berbagai penghargaan dan pencapaian. Di antaranya adalah Sertifikasi Relawan Sosial Kemensos RI 2022–2027, Cimahi Military Heritage Ambassador 2025 Batch 2, Sertifikasi BNSP Tour Guide, hingga menjadi Relawan dan Kepala Divisi Sosial LKS Al-Hikmah Kota Cimahi. 

Dan masih ada ratusan pencapaian lain yang ia ukir, diam-diam, tanpa banyak sorotan kamera.

Jiwa Sosial yang Tertanam Sejak Dini

Susan memulai langkahnya sebagai relawan sejak 2020. Awalnya hanya membantu, hingga akhirnya menemukan panggilan jiwanya.

Kini, ia mengajak siapa pun yang ia kenal untuk ikut berkontribusi baik dalam bentuk ilmu, tenaga, maupun perhatian  demi keberlanjutan pembinaan anak-anak yang ia sayangi.

“Aku ngajak orang-orang yang aku kenal untuk kontribusi ke anak-anak. Baik ilmu atau apapun itu,” ucapnya penuh ketulusan.

Dunia mungkin tidak selalu adil. Tapi berkat orang-orang seperti Susan, kehangatan dan harapan tetap punya ruang di hati anak-anak jalanan, anak-anak tanpa ayah, anak-anak yang nyaris kehilangan masa depannya. 

Karena Susan hadir, tak hanya untuk membina, tetapi juga untuk mencintai mereka seolah bagian dari keluarganya sendiri.

Dan hari ini, Cimahi punya alasan untuk bangga, karena salah satu putrinya sedang bekerja dalam senyap, mengubah luka menjadi cahaya, dan membesarkan harapan untuk masa depan yang lebih manusiawi. (SAT) 

Pemkab Bandung Barat Diminta Tuntaskan Manajemen Sampah dan Drainase di Desa Sariwangi


Pemkab Bandung Barat Diminta Tuntaskan Manajemen Sampah dan Drainase di Desa Sariwangi

SURAT KABAR, KBB – Desa Sariwangi yang terletak di wilayah perlintasan antara Kota Bandung dan Kota Cimahi dinilai akan menjadi wajah baru Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) dalam menunjukkan kesiapannya melayani kebutuhan warganya.

Ketua Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Cimahi, Wahyu Dharmawan, menyatakan bahwa perubahan di Desa Sariwangi akan mencerminkan keseriusan Pemkab KBB dalam merespons persoalan-persoalan mendasar masyarakat. 

Ia menyebut, desa ini bisa menjadi semacam teras depan yang merepresentasikan kualitas pelayanan dan kesigapan pemerintah daerah di mata publik.

“Jika Desa Sariwangi berubah, itu akan membantu persepsi publik, bahwasanya Pemkab Bandung Barat kali ini sudah berbeda. Jika tidak ada perubahan, maka kita tahu masih seperti inilah sikap Pemkab Bandung Barat terhadap warganya,” kata Wahyu saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, 31 Mei 2025.

Menurut Wahyu, ada tiga pekerjaan rumah utama yang harus segera ditangani oleh Pemkab Bandung Barat bersama kepala desa Sariwangi. Pertama, penanganan sampah yang tuntas.

Kedua, katanya, pembangunan sistem drainase yang memadai di seluruh wilayah. 

"Ketiga, menjaga serta menambah daerah resapan air agar hujan tidak hanya menghasilkan air larian yang berpotensi menimbulkan banjir," bebernya. 

Ia menegaskan, perubahan tidak perlu selalu menunggu langkah dari Pemkab Bandung Barat. 

Pendekatan pragmatis dari warga desa juga sangat penting untuk mendorong terciptanya perubahan nyata.

“Agar nama desa ini memang wangi untuk menjadi etalase perubahan peradaban yang semakin berkualitas dari warga Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Wahyu menyarankan agar Pemkab KBB meniru langkah Pemerintah Kota Cimahi dalam urusan pengelolaan sampah.

Di Cimahi, sambung Wahyu, sebagian kewenangan pengelolaan sampah telah dilimpahkan kepada camat. Pengelolaan tersebut bahkan menjadi bagian dari indikator kinerja camat dan lurah.

Meskipun indikator kinerja kepala desa berbeda dengan lurah, menurutnya, pendekatan serupa bisa mulai diterapkan di Kabupaten Bandung Barat. 

Ia juga menilai pentingnya pelimpahan kewenangan tambahan kepada kepala desa, terutama dalam penanganan normalisasi drainase, pengajuan drainase baru, hingga revitalisasi saluran air dengan ukuran yang lebih besar. 

Jika tantangan terbesar terletak pada keterbatasan anggaran, Wahyu menyarankan agar pemerintah menggandeng para pengembang perumahan yang cukup banyak di Desa Sariwangi untuk terlibat dalam membangun infrastruktur dasar yang terintegrasi.

“Bagaimana membangun sebuah infrastruktur yang terintegrasi antara desa dan pengembang di wilayahnya masing-masing. Agar citra perumahan yang dibangun makin baik di mata pembeli serta calon pembeli rumah,” ujarnya.

Wahyu menyoroti jumlah penduduk Desa Sariwangi yang kini mencapai lebih dari 17.000 jiwa, menghasilkan potensi timbulan sampah harian lebih dari 10 ton. 

Jika tidak ditangani dengan sistematis, sampah-sampah ini berpotensi tercecer ke saluran air, pinggir jalan, atau menjadi titik-titik sampah liar yang bisa mengganggu aliran air saat hujan.

“Sebagian sampah ini dapat tercecer di drainase, pinggir jalan sebagai titik sampah liar, dipastikan akan mengganggu proses air larian saat hujan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa keberadaan tempat pengolahan sampah sementara atau TPS menjadi hal yang mendesak di Desa Sariwangi. 

Setidaknya dibutuhkan TPS seluas 200 meter persegi yang dapat menampung dan mengelola sampah warga sebelum diangkut lebih lanjut.

“Setidaknya, Desa Sariwangi perlu ada TPS dengan luasan 200 meter persegi, yang mampu menjadi tempat sementara collecting sampah warga,” tegas Wahyu. (SAT) 

Jumat, 30 Mei 2025

Kabar Baik untuk Pencari Kerja Senior: Kemnaker Cabut Batasan Usia Rekrutmen

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli

SURAT KABAR - Pemerintah resmi menghapus batasan usia sebagai syarat dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 tentang Larangan Diskriminasi dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja yang diterbitkan pada Rabu (28/5/2025).

Surat edaran tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Dalam aturan itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses rekrutmen yang adil dan bebas diskriminasi, termasuk dalam hal usia pelamar kerja.

Secara rinci, terdapat empat poin utama dalam surat edaran ini, salah satunya mengatur mengenai penghapusan persyaratan batas usia dalam proses rekrutmen tenaga kerja. 

Meski demikian, Kemnaker memberikan pengecualian terhadap jenis pekerjaan tertentu yang memerlukan batasan usia karena karakteristik pekerjaannya.

Pengecualian batas usia dapat diterapkan jika:

  1. Pekerjaan atau jabatan tersebut memiliki sifat atau karakteristik yang secara nyata mempengaruhi kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugasnya.

  2. Penetapan batas usia tidak berdampak pada hilangnya atau berkurangnya kesempatan seseorang untuk memperoleh pekerjaan.

Selain itu, surat edaran juga menyatakan bahwa larangan diskriminasi dan penghapusan batas usia dalam proses rekrutmen berlaku secara inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.

"Berkenaan dengan hal tersebut di atas, diminta Saudara Gubernur untuk menyampaikan Surat Edaran ini kepada Bupati/Walikota dan pemangku kepentingan terkait di wilayah Saudara Gubernur," tertulis dalam SE tersebut.

Menaker: Dunia Kerja Harus Inklusif

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa dunia kerja di Indonesia harus menjadi ruang yang adil, inklusif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara.

“Dunia kerja harus menjadi ruang yang adil, inklusi, tanpa diskriminasi, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara yang merupakan bagian dari tujuan pembangunan nasional kita,” ujar Yassierli dalam konferensi pers peluncuran SE tersebut di Jakarta, Rabu (28/5).

Ia menambahkan, dasar penerbitan surat edaran ini mengacu pada amanat konstitusi, yaitu Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menjamin hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Yassierli juga menyoroti masih maraknya praktik diskriminatif dalam proses rekrutmen tenaga kerja di Indonesia yang mencakup pembatasan usia, syarat penampilan fisik, status pernikahan, tinggi badan, warna kulit, hingga latar belakang suku.

“Dinamika praktik rekrutmen tenaga kerja saat ini masih menunjukkan adanya tantangan yang menjurus pada praktik diskriminatif dalam proses rekrutmen, seperti contohnya, pembatasan usia, harus berpenampilan menarik atau good looking, status pernikahan, tinggi badan, warna kulit, suku, dan lain-lain,” tegas Yassierli.

Dengan hadirnya surat edaran ini, Kemnaker berharap semua pihak, terutama perusahaan dan instansi penyedia lapangan kerja, dapat menerapkan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam proses perekrutan tenaga kerja. (SAT)

Anggota Ormas Grib Jaya Ditangkap Usai Edarkan 106 Gram Sabu

Anggota Ormas Grib Jaya Ditangkap Usai Edarkan 106 Gram Sabu

SURAT KABAR, CIMAHI – Seorang anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) Grib Jaya wilayah Parongpong, Agus Gusnawan, ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Cimahi karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 106 gram di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Penangkapan dilakukan pada Senin, 13 Mei 2025, di sebuah kontrakan milik Agus yang berlokasi di Kampung Kancah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Polisi menyita 29 paket sabu sebagai barang bukti.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas mencurigakan di kontrakan milik tersangka.

“Tersangka kita amankan di kontrakannya, barang buktinya 29 paket sabu dengan berat 106 gram,” kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, baru-baru ini.

Hasil penyelidikan menunjukkan Agus telah menjadi pengedar sabu selama dua tahun terakhir, dengan wilayah sebaran meliputi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, terutama kawasan Lembang. Polisi juga menemukan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

“Jadi ada peran tersangka lain atas nama Baron yang saat ini dalam pengejaran. Tersangka ini diupah Rp5 juta dari penjualan paket sabu tersebut,” ujar Niko.

Identitas keanggotaan Agus dalam ormas Grib Jaya terungkap dari hasil penyelidikan digital. Ia diketahui aktif dalam grup WhatsApp Grib Jaya wilayah Parongpong.

“Ada buktinya dia ini ada di dalam grup tersebut. Terlebih saat ini kami sedang melaksanakan operasi premanisme,” tegas Niko.

Di hadapan penyidik, Agus mengakui dirinya terlibat dalam peredaran narkoba. Ia menyatakan tak memiliki pekerjaan tetap dan mengandalkan penghasilan dari menjual sabu untuk kebutuhan sehari-hari.

“Enggak kerja, jadi fokus di sini (mengedarkan sabu). Dapat Rp5 juta. Saya juga pakai narkotikanya,” ucap Agus saat diwawancarai di Mapolres Cimahi.

Saat ini, Agus dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Polisi masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Penyidikan terus dikembangkan untuk menelusuri aliran distribusi barang haram itu di wilayah hukum Polres Cimahi. (SAT)

Lewat Film, KWT Berseri RW 19 Kampanyekan Sampah Organik Jadi Kompos untuk Ketahanan Pangan Warga

Lewat Film, KWT Berseri RW 19 Kampanyekan Sampah Organik Jadi Kompos untuk Ketahanan Pangan Warga

SURAT KABAR, CIMAHI - Di tengah kepungan masalah lingkungan akibat sampah rumah tangga, sekelompok ibu rumah tangga di RW 19, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi, punya cara tak biasa untuk menyuarakan perubahan. 

Mereka bukan sekadar memilah dan mengolah sampah organik menjadi kompos, tetapi juga sedang memproduksi film bertema edukatif yang mengangkat peran sampah organik sebagai sumber pupuk tanaman sayur.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Berseri, nama komunitas ini, tengah menjalani proses produksi film yang disutradarai oleh Ade, sineas lokal yang mendukung ide pengolahan sampah sebagai isu utama. 

Film ini bukanlah sekadar dokumenter, melainkan ajakan konkret bagi masyarakat untuk mulai memilah dan memanfaatkan sampah organik dari dapur rumah tangga mereka.

Menurut Idar Hendrayani (47), Ketua KWT Berseri RW 19 Cigugur Tengah, gagasan untuk membuat film ini berangkat dari keresahan terhadap masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, terutama sampah organik. 

Alih-alih dibuang begitu saja, kata dia, sampah organik sisa sayur atau masakan justru bisa diolah menjadi kompos berkualitas tinggi untuk tanaman pangan.

"Awalnya kami ingin menggerakkan masyarakat agar lebih peduli dalam memilah sampah. Sampah organik itu bisa banget dijadikan kompos, apalagi buat tanaman sayur," ujar Idar saat dikonfirmasi, Sabtu (31/5/2025)

Bagi Idar dan kelompoknya, film ini merupakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan secara luas. Bukan hanya warga sekitar, tapi juga masyarakat Indonesia, bahkan dunia internasional.

"Harapan saya mah, bisa tayang sampai ke tingkat internasional. Intinya, masyarakat Indonesia biar tahu, bahwa dengan sampah organik sisa masak sayur pun, kita bisa menghasilkan kompos yang bermanfaat," katanya dengan penuh semangat.

Idar menambahkan, film ini juga menjadi bukti bahwa edukasi lingkungan tidak harus disampaikan secara formal. 

Dengan pendekatan visual dan narasi yang menyentuh kehidupan sehari-hari, ia berharap masyarakat bisa lebih mudah memahami dan meniru aksi nyata yang dilakukan oleh KWT Berseri.

"Kadang orang susah ngerti kalau cuma diceramahin. Tapi kalau lewat film, bisa dilihat langsung prosesnya. Dari sampah jadi kompos, lalu kompos itu bisa bikin tanaman kita subur dan sehat. Bahkan hasil panennya bisa bantu ekonomi keluarga juga," terang Idar.

Kegiatan produksi film ini dilakukan secara mandiri oleh anggota KWT Berseri bersama warga sekitar. Mereka terlibat dalam setiap prosesnya, mulai dari penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga pengolahan kompos yang ditampilkan dalam adegan-adegan film.

Film ini direncanakan tayang di berbagai kanal digital, termasuk YouTube, serta akan diputar dalam forum-forum lingkungan dan pertanian kota. 

KWT Berseri berharap, film ini tidak hanya jadi tontonan, tapi juga jadi inspirasi nyata bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan berbasis keluarga.

"Kalau satu rumah bisa kelola sampah organiknya sendiri, bayangin berapa banyak sampah yang nggak numpuk di TPA. Belum lagi kalau masing-masing rumah bisa punya kebun kecil dari hasil kompos itu. Lingkungan jadi sehat, keluarga juga lebih mandiri," tutup Idar.

Film ini masih dalam tahap produksi, namun semangat yang diusung oleh KWT Berseri telah menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari rumah, dan suara perubahan itu bisa disebarkan lewat medium kreatif seperti film. (SAT) 

Rezeki Mengalir Deras, Ini 5 Tanaman Anggrek yang Dipercaya Bawa Hoki Menurut Feng Shui

Bunga Anggrek Pembawa Rezeki (Sumber:millionbloom.com)

SURAT KABAR - Anggrek dikenal sebagai tanaman hias yang memiliki daya tarik tersendiri lewat keindahan bunganya. Namun, di balik pesona visualnya, sejumlah jenis anggrek juga dipercaya mampu membawa energi positif dan rezeki bagi pemiliknya.

Dalam tradisi feng shui dan sejumlah budaya lokal, tanaman yang tumbuh subur dan berbunga dianggap sebagai simbol kemakmuran. 

Keberadaannya diyakini mampu menciptakan keseimbangan, mendatangkan keberuntungan, hingga memperlancar urusan finansial.

Berikut lima jenis bunga anggrek yang kerap diasosiasikan dengan kemakmuran dan energi baik:

1. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)

Sebagai salah satu varietas anggrek paling populer di Indonesia, anggrek bulan dikenal dengan kelopak putihnya yang anggun. 

Dalam feng shui, bunga ini dipercaya membawa keseimbangan dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Tak hanya itu, warna putih yang melambangkan kemurnian juga diyakini mampu menarik energi positif, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan suasana damai. 

Jika diletakkan di ruang tamu atau ruang kerja, anggrek bulan disebut dapat membantu memperlancar rezeki pemiliknya.

2. Anggrek Dendrobium

Jenis ini dikenal berkat warna-warnanya yang cerah seperti ungu, merah muda, dan kuning yang dalam tradisi Tionghoa sering dikaitkan dengan simbol kemakmuran.

Mudah dirawat, dendrobium cocok untuk pemula. 

Tanaman ini diyakini mampu meningkatkan keberuntungan finansial dan menarik peluang usaha baru, terutama jika diletakkan di area yang mendapat cahaya matahari pagi, seperti jendela timur rumah.

3. Anggrek Vanda

Berakar udara dengan bunga besar berwarna mencolok, anggrek vanda banyak dijadikan tanaman gantung untuk memperindah halaman atau teras.

Dalam budaya Bali, bunga ini sering digunakan dalam ritual keagamaan sebagai simbol berkah. Vanda juga diyakini mampu menyerap energi negatif dan menggantinya dengan suasana yang lebih menyegarkan.

Jika dirawat dengan baik, vanda bisa berbunga sepanjang tahun sebuah simbol kelimpahan rezeki yang tak putus. Tak heran, banyak pelaku usaha menempatkannya di area toko atau kantor demi menarik keberuntungan.

4. Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)

Berasal dari Kalimantan dan Papua, anggrek hitam termasuk langka. Kelopak hijaunya dengan bibir bunga hitam memberi kesan eksotis dan eksklusif.

Dalam pandangan spiritual, warna hitam sering dikaitkan dengan kekuatan batin dan perlindungan. Karenanya, anggrek hitam dipercaya mampu menangkal energi buruk dan membuka jalan rezeki dari arah yang tak terduga.

Tanaman ini ideal ditempatkan di area meditasi atau ruang pribadi, meski memerlukan perawatan ekstra.

5. Anggrek Cattleya

Dijuluki "Ratu Anggrek", cattleya dikenal karena keindahan dan aroma harumnya. Jenis ini kerap digunakan dalam momen-momen resmi dan simbolik karena bentuknya yang megah.

Dalam feng shui, cattleya melambangkan keberhasilan, pencapaian, dan kemewahan. Bunga ini cocok diletakkan di ruang kerja atau area pintu masuk rumah, dengan harapan dapat menarik energi kesuksesan dan kekayaan.

Selain mempercantik ruangan, merawat cattleya juga dipercaya melatih ketekunan—salah satu kunci penting dalam meraih keberuntungan secara konsisten.

Kesimpulan:

Selain memperindah hunian, beberapa jenis anggrek ternyata juga menyimpan filosofi mendalam tentang kelimpahan dan energi positif. 

Meski kepercayaan ini bersifat simbolik, tak ada salahnya menjadikan tanaman hias sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana yang seimbang dan penuh harapan. (SAT)

5 Aplikasi Pinjaman Online Bunga Rendah, Tenor Panjang, Limit hingga Rp25 Juta

Ilustrasi Pinjaman Online (Sumber: Emitennews.com)

SURAT KABAR — Di tengah kebutuhan finansial yang mendesak, layanan pinjaman online atau pinjol dengan bunga rendah dan tenor panjang menjadi solusi cepat dan praktis. 

Sejumlah aplikasi pinjol menawarkan kemudahan pinjaman hingga Rp25 juta, dengan proses pencairan yang singkat dan persyaratan yang relatif mudah.

Berikut lima aplikasi pinjol resmi yang bisa menjadi pilihan:

1. Dana Rupiah

Aplikasi Dana Rupiah telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dikenal dengan bunga tahunan yang kompetitif, mulai dari 0,8 hingga 11 persen. 

Pengguna dapat mengajukan pinjaman antara Rp600 ribu hingga Rp20 juta, dengan pilihan tenor mulai dari 91 hingga 180 hari. 

Tenor pembayaran juga fleksibel, tersedia hingga 360 hari, cocok bagi mereka yang membutuhkan waktu cicilan lebih panjang.

2. AdaKami

AdaKami menawarkan pinjaman dengan bunga ringan, hanya 3 persen per bulan. Limit pinjaman berkisar antara Rp3 juta hingga Rp20 juta. 

Setelah pengajuan disetujui, dana akan cair dalam waktu maksimal 24 jam, menjadikannya solusi cepat untuk kebutuhan darurat.

3. Kredit Pintar

Kredit Pintar dikenal dengan proses pencairan dana super cepat, hanya dalam waktu 15 menit setelah pengajuan disetujui. 

Aplikasi ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan dana segera. Sistem pembayaran juga fleksibel, memungkinkan pengguna menyesuaikan tanggal jatuh tempo dengan tanggal gajian.

4. EasyCash

Aplikasi EasyCash menawarkan limit pinjaman antara Rp600 ribu hingga Rp20 juta. Bunga tahunan ditetapkan sebesar 10,5 persen. 

Proses pengajuan hanya memerlukan KTP, dan dana akan cair dalam waktu 24 jam setelah permohonan disetujui.

5. Pinjol Bunga Rendah Lainnya

Beberapa aplikasi pinjaman online lainnya juga menawarkan bunga kompetitif mulai dari 2,2 persen per bulan, dengan tenor antara 3 hingga 4 bulan. 

Limit pinjaman yang ditawarkan berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp15 juta, dengan proses pencairan hanya dalam waktu satu jam.

Layanan pinjaman online kini semakin terjangkau dan efisien. Namun, pengguna tetap disarankan untuk mengecek legalitas aplikasi melalui OJK serta membaca ketentuan pinjaman secara cermat sebelum melakukan pengajuan. (SAT)

Drainase Buruk dan Minim TPS, Warga Desa Sariwangi Terancam Banjir dan Pencemaran

Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Cimahi, Wahyu Dharmawan

SURAT KABAR, KBB – Buruknya sistem drainase dan minimnya Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapat sorotan tajam dari Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Cimahi.

Permasalahan tersebut dinilai mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan yang sehat dan aman.

Wahyu Dharmawan dari Perbanusa menegaskan bahwa Desa Sariwangi memiliki posisi strategis karena menjadi jalur lalu lintas warga dari Kota Bandung menuju Cimahi dan sebaliknya. Menurutnya, kondisi lingkungan yang memprihatinkan di desa tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Dengan lebih dari 10 desa di Parongpong, boleh jadi Camat punya banyak keterbatasan mengurusi Desa Sariwangi dengan baik. Namun karena Desa Sariwangi ini menjadi salah satu jalur perlintasan warga dari Kota Bandung ke Cimahi dan KBB ataupun sebaliknya, sikon Desa Sariwangi bisa mewakili cara pandang Pemda KBB terhadap warganya sendiri,” ujar Wahyu saat ditemui, Jumat (30/5/25).

Ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap melewati kawasan tersebut saat pulang ke Cimahi dari Ciwaruga. Genangan air hampir selalu terlihat setiap kali hujan turun atau sesudahnya, yang menurutnya menjadi tanda buruknya sistem drainase.

“Sudah waktunya mengubah drainase kecil di beberapa jalan menjadi kapasitas yang lebih besar. Tapi paling penting adalah juga mulai menyiapkan drainase di beberapa titik yang memang belum ada saluran pembuangan air di kanan dan atau kiri jalan,” tegasnya.

Wahyu juga menekankan pentingnya pembangunan drainase yang memadai sebagai bagian tak terpisahkan dari perbaikan infrastruktur jalan. Menurutnya, perbaikan jalan akan sia-sia jika tidak disertai sistem pembuangan air yang memadai.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat, termasuk pemerintah desa, terkait pengelolaan air limbah. Wahyu menilai, kepala desa perlu memahami perbedaan antara grey water dan black water serta memastikan agar kedua jenis limbah itu tidak dialirkan ke sistem drainase.

“Drainase lebih difungsikan untuk mengontrol air larian, khususnya pada saat hujan,” tambahnya.

Minimnya keberadaan TPS di lingkungan warga juga memperparah kondisi. Sampah yang menumpuk seringkali terbawa arus air saat hujan deras, memperburuk genangan dan mencemari sumber air bersih masyarakat.

Ketua RT 01 RW 12 Desa Sariwangi, Wahyu (53), membenarkan bahwa saluran drainase yang kecil menjadi penyebab utama air hujan meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga.

“Kalau kena banjir, mungkin harus ada rehabilitasi lingkungan dan perhatian dari pihak pemerintah. Gorong-gorongnya harus bagaimana juga, mungkin harus dibongkar atau bagaimana,” ucapnya.

Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera menangani persoalan lingkungan tersebut sebelum kerusakan semakin meluas dan mengancam keselamatan warga. (SAT)

Sebanyak 171 Calon Jemaah Haji Asal Cimahi Diberangkatkan, Ngatiyana Beri Pesan Haru dan Doa

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Melepas Sebanyak 171 Calon Jemaah Haji (Calhaj) Gelombang Kedua Menuju Tanah Suci

SURAT KABAR, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi resmi memberangkatkan sebanyak 171 calon jemaah haji (calhaj) gelombang kedua menuju Tanah Suci, Jumat (30/5/2025). Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di Pusdikpom AD, Jalan HMS. Mintaredja, Kota Cimahi.

Calhaj diberangkatkan menuju Embarkasi Indramayu menggunakan lima unit bus, sebelum melanjutkan perjalanan udara melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, menuju Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan doa serta harapan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta mendapatkan predikat haji mabrur.

“Selamat jalan bagi para calon jemaah haji dari Kota Cimahi gelombang 2. Semoga ibadah haji berjalan dengan lancar, sehat sampai tujuan, dan kembali berkumpul dengan keluarga di Cimahi,” ucap Ngatiyana pada awak media di Pusdikpom, Baros, Cimahi Selatan, Jum'at (30/5/2025).

Ia juga menitipkan pesan khusus kepada para jemaah untuk tidak melupakan doa bagi keselamatan bangsa Indonesia, terutama masyarakat Kota Cimahi.

“Saya sampaikan kepada Bapak Ibu, tolong doakan juga masyarakat Kota Cimahi khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Mudah-mudahan bangsa Indonesia dan masyarakat Kota Cimahi selalu dalam keadaan aman, selamat, rukun, dan damai,” kata Ngatiyana.

Dalam momen yang penuh haru tersebut, Ngatiyana turut mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan ibadah haji. Ia meminta para jemaah agar menyerahkan segala urusan keluarga yang ditinggalkan kepada perlindungan Allah SWT.

“Percayakan, titipkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar yang ditinggalkan—anak, istri, ayah yang tidak berangkat tetap dalam lindungan-Nya. Bersihkan hati, bersihkan sikap dan pikiran. Karena dalam menunaikan ibadah haji bukan hal yang mudah. Bapak Ibu sudah menunggu puluhan tahun dan berangkat atas kehendak Allah SWT,” ujarnya.

Dari 171 jemaah yang diberangkatkan, tercatat usia termuda adalah 19 tahun, sedangkan yang tertua berusia 91 tahun. Fakta ini disebut Ngatiyana sebagai keajaiban takdir yang menggugah perasaan.

“Yang berangkat hari ini yang termuda usianya 19 tahun, dan yang tertua 91 tahun. Ini membuat saya merinding, takdir Allah. Siapa tahu yang menemukan antara usia 19 tahun dan 91 tahun sebuah kebetulan yang bermakna. Kita doakan, mudah-mudahan Bapak Ibu yang berangkat sekarang InsyaAllah selamat sampai tujuan dan kembali ke rumah di Kota Cimahi,” tuturnya dengan haru.

Ngatiyana juga mengapresiasi antusiasme warga Cimahi dalam menunaikan ibadah haji, meski harus melalui masa tunggu bertahun-tahun. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan karakter religius masyarakat Cimahi.

“Saya merasa bangga sebagai Pemerintah Kota Cimahi, karena masyarakat banyak yang mendaftar untuk melaksanakan ibadah haji. Alhamdulillah, menunjukkan bahwa Cimahi adalah kota yang agamis. Dengan dasar itu, mudah-mudahan Cimahi menjadi kota yang hijau, sejuk, aman, dan religius,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya jumlah warga yang mampu berangkat haji maupun umrah menjadi salah satu indikator meningkatnya taraf ekonomi masyarakat Cimahi.

“Tingkat ekonomi Kota Cimahi berarti meningkat. Salah satunya ditandai dengan banyaknya masyarakat Kota Cimahi yang naik haji dan juga melaksanakan umrah di Tanah Suci,” pungkasnya. (Mong)

Polres Cimahi Tangkap Pria Asal Bandung Barat yang Produksi Cokelat dan Kue Mengandung Ganja

Polres Cimahi Tangkap Pria Asal Bandung Barat yang Produksi Cokelat dan Kue Mengandung Ganja

SURAT KABAR, CIMAHI – Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi menangkap seorang pria bernama Moch Dandhy Juniandy (30), warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, karena memproduksi dan menjual narkotika jenis ganja yang dikemas dalam bentuk makanan seperti cokelat dan kue. 

Penangkapan dilakukan pada Kamis (22/5/25) di rumahnya, setelah polisi mengungkap bisnis haram yang telah digelutinya selama satu tahun terakhir.

“Tersangka memiliki 45 tanaman ganja dalam pot dan ganja siap panen. Dia punya ide mengekstraksi ganja menjadi minyak, kemudian dicampurkan ke dalam cokelat untuk dijual,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurralah Adi Putra, saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (30/5).

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyebut bahwa Dandhy memulai usahanya dengan menanam biji ganja yang dibibitkan dan dipanen setelah berumur 3 hingga 5 bulan. Setelah panen, daun dan bunga ganja diekstraksi menjadi mentega dan minyak yang mengandung zat narkotika.

“Hasil ekstraksi tersebut kemudian dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan cokelat dan kue yang mengandung ganja,” jelas Niko.

Produk makanan mengandung ganja itu kemudian dipasarkan tersangka melalui akun media sosial Instagram dengan nama @undercovernetwork. Untuk satu keping cokelat ganja, pelaku menjualnya seharga Rp100 ribu. Selain produk olahan, pelaku juga menjual ganja kering hasil panennya secara online dengan harga berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp250 ribu untuk berat 15 hingga 40 gram.

"Peredarannya dilakukan dengan sistem tempel, pembayaran dilakukan melalui transfer. Dalam satu kali transaksi, keuntungan yang dia dapat bisa mencapai Rp1,5 juta per 200 gram,” ujar Kapolres.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 43 batang tanaman ganja dengan total berat bersih mencapai 283,87 gram. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 111 dan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Saat dihadirkan dalam gelar perkara, Dandhy mengaku telah mengantongi keuntungan hingga Rp100 juta dari penjualan cokelat dan ganja tersebut. Ia mempelajari cara menanam dan mengolah ganja secara autodidak melalui internet.

“Didapat dari online, sistem tempel untuk penjualan cokelat di Instagram. Keuntungan sudah sekitar Rp100 juta,” ujar Dandhy kepada awak media.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus peredaran narkoba yang kini dikemas dalam bentuk makanan dan dijual melalui media sosial. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran ganja dengan modus serupa. (SAT)

Kamis, 29 Mei 2025

Diburu Pecinta Unik, Pipa Rokok Kayu Lemo dari Tangan Pengrajin Lokal

Diburu Pecinta Unik, Pipa Rokok Kayu Lemo dari Tangan Pengrajin Lokal

SURAT KABAR– Di tengah gempuran produk modern dan digitalisasi gaya hidup, tren kerajinan tangan lokal tetap menunjukkan geliat yang tak bisa dipandang sebelah mata. 

Salah satu yang kini tengah naik daun adalah pipa rokok berbahan kayu lemo kerajinan yang menggabungkan fungsi, estetika, dan mitos tradisional dalam satu genggaman.

Ditemui dalam berbagai pameran kerajinan hingga lapak-lapak daring, pipa rokok kayu lemo tampil menonjol dengan bentuknya yang unik dan aroma khas yang menyengat namun menenangkan. 

Kayu lemo, atau dikenal dengan nama ilmiah Litsea cubeba di beberapa daerah disebut krangean mengandung minyak atsiri alami yang memberi sensasi tersendiri saat digunakan.

“Pipa rokok dari kayu lemo ini punya keunggulan di aromanya yang khas, sedikit wangi dan menyengat,” ujar seorang pengrajin pipa asal Bandung, Asep, sambil menunjukkan koleksi karyanya yang baru selesai dipoles, Kamis (29/5/25). 

Memang, bukan hanya desainnya yang menarik perhatian. Setiap gagang pipa memiliki karakteristik berbeda ada yang masih mempertahankan kulit kayu alami, ada pula yang sudah melalui proses pemolesan halus hingga mengkilap. 

"Detail-detail ini menciptakan kesan eksklusif, menjadikan setiap pipa seperti karya seni yang hidup," kata Asep. 

Namun lebih dari sekadar keunikan visual dan aroma, pipa rokok kayu lemo juga memikat karena narasi tradisional yang menyertainya. 

Di beberapa daerah, kayu lemo dipercaya memiliki khasiat sebagai penangkal binatang berbisa, terutama ular. 

Kepercayaan ini, meski belum terbukti secara ilmiah, justru menambah daya magis tersendiri yang digemari kalangan tertentu terutama pecinta barang-barang berunsur spiritual dan budaya.

Bahan baku kayu lemo, kata Asep, umumnya diperoleh para pengrajin dari hutan-hutan rakyat atau perkebunan yang masih menyimpan keragaman hayati. 

"Proses pembuatannya pun tidak bisa dibilang singkat," jelasnya. 

Mulai dari pemilihan ranting atau akar yang tepat, proses pengeringan alami, pembentukan gagang secara manual, hingga tahap akhir berupa pengamplasan dan finishing untuk memperkuat tampilan artistiknya.

"Setiap tahap dikerjakan dengan kesabaran dan kepekaan rasa estetika, menjadikan hasil akhirnya tak hanya fungsional tetapi juga sarat makna dan keindahan," imbuhnya. 

Keberadaan pipa rokok kayu lemo ini pun menjadi bukti bahwa kerajinan lokal yang mengandung nilai-nilai tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. 

Bahkan, potensinya tidak hanya terbatas di pasar lokal, namun juga perlahan merambah pasar nasional, berkat pesonanya yang tak mudah ditandingi produk pabrikan.

"Dengan perpaduan antara keindahan alami, aroma mistis, serta narasi budaya yang menyertainya, pipa rokok dari kayu lemo tidak lagi sekadar alat untuk merokok," tutup Asep. 

Ia menjelma menjadi simbol dari kekayaan budaya yang tetap relevan dan hidup, sekaligus cermin dari kreativitas pengrajin lokal yang tak pernah berhenti berinovasi di tengah arus zaman. (SAT)