Senin, 24 Februari 2025

Munas LSM GBR di Cimahi Soroti Pencegahan Narkoba, Gandeng BNN

 

Munas LSM GBR di Cimahi Soroti Pencegahan Narkoba, Gandeng BNN

CIMAHI, SURAT KABAR – Musyawarah Nasional (Munas) LSM GBR yang digelar di Cimahi Technopark pada Minggu, 23 Februari 2025, berlangsung lancar dan penuh hikmat. 


Acara ini menghadirkan berbagai suguhan menarik, seperti musik karinding yang hampir punah, tari jaipong, serta sosialisasi pencegahan narkoba yang bekerja sama dengan BNNK Kota Cimahi.  


Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah seminar yang dipandu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi. 


Dalam seminar ini, peserta mendapatkan materi tentang P4GN (Pemberdayaan Pembangunan Generasi Narkoba) yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan bahaya narkoba.  


Ketua DPC LSM GBR Kota Cimahi, Azwar Rinaldy, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak besar yang ditimbulkan oleh peredaran narkoba di masyarakat.  


“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan kehidupan sosial, ekonomi, dan mental generasi muda,” ujarnya.  


Ia menegaskan bahwa pencegahan narkoba harus dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, dunia pendidikan, hingga pemerintah dan aparat penegak hukum.  


Azwar juga menekankan bahwa LSM GBR mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh aparat, namun langkah utama yang harus dikedepankan adalah pencegahan melalui edukasi yang berkelanjutan.  


“Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba perlu terus digalakkan, khususnya kepada anak-anak muda yang rentan menjadi korban,” tambahnya.  


Ia menegaskan komitmen LSM GBR untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menjalankan program edukasi serta memberikan alternatif positif bagi mereka yang terlibat dalam peredaran narkoba.


Selain itu, ia juga mendukung upaya rehabilitasi bagi para pengguna agar bisa kembali produktif dan berperan aktif dalam masyarakat.  


Sementara itu, Gilang, perwakilan dari BNN Kota Cimahi, menjelaskan bahwa keikutsertaan BNN dalam kegiatan Munas LSM GBR bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang program P4GN.  


“P4GN dirancang untuk membangun ketahanan mental generasi muda agar mereka dapat terhindar dari pengaruh buruk narkoba. Program ini mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta, dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi generasi muda,” jelasnya.  


Ia berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya menjaga diri dari ancaman narkoba dan lebih siap menghadapi tantangan hidup.  


“P4GN diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh negatif narkoba, sehingga masa depan mereka tetap cerah,” pungkasnya.  


Kegiatan Munas LSM GBR ini menjadi contoh nyata upaya bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya pencegahan sejak dini.

Sabtu, 22 Februari 2025

Cegah Kekerasan Anak, Pakar Ingatkan Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

 

Ilustrasi Kekerasan Pada Anak


SURAT KABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat didesak segera membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Jawa Barat. 


Desakan ini mengemuka seiring dengan tingginya angka kekerasan terhadap anak di provinsi tersebut, yang menjadi perhatian berbagai pihak.


Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Olih Solihin, menekankan bahwa komunikasi dalam keluarga menjadi aspek penting dalam upaya perlindungan anak.


"Pembentukan KPAID Jabar harus segera direalisasikan. Namun, upaya perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Olih belum lama ini.


Ia menegaskan, peran keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan juga krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.


"Sinergi antara semua pihak akan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak," ujarnya.


Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua harus memahami tahapan perkembangan anak dan menyesuaikan pola komunikasi dengan mereka.


"Komunikasi keluarga adalah kunci. Orang tua harus mampu menciptakan dialog yang efektif dengan anak, memahami kebutuhan emosional dan psikologis mereka," jelas Olih.


Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik dalam keluarga dapat mencegah berbagai permasalahan anak, seperti kenakalan remaja, bullying, bahkan depresi.


"Serta juga memberikan dukungan yang tepat sesuai usia dan perkembangan anak," pungkasnya.  


Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tahun 2024, dari total 2.242 kasus kekerasan terhadap anak yang tercatat di Jawa Barat, kekerasan seksual mendominasi dengan 1.231 kasus atau 54,91 persen.


Sementara itu, kekerasan fisik mencapai 20,52 persen, kekerasan psikis 16,87 persen, eksploitasi anak 1,74 persen, perdagangan orang (TPPO) 0,67 persen, dan kasus penelantaran anak sebesar 5,31 persen.


Angka ini menunjukkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah dan berbagai pihak dalam upaya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan.


Inisiator Pembentukan KPAID Jawa Barat, Herry Richardy, menegaskan bahwa pemerintah provinsi harus segera merealisasikan pembentukan lembaga tersebut.


Menurutnya, hal ini sesuai dengan mandat konstitusi yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Undang-Undang (UU), serta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang mengatur perlindungan anak.


"Anak-anak adalah masa depan bangsa. Dengan jumlah yang mencapai hampir sepertiga populasi Jabar, sudah seharusnya pemerintah daerah serius membentuk KPAID untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi," ujar Herry.


Ia menambahkan, keberadaan KPAID akan menjadi wadah untuk menangani berbagai persoalan anak, mulai dari kekerasan dan eksploitasi hingga pemenuhan hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan.


"Pembentukan KPAID Jabar sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," jelasnya.


Lebih lanjut, Herry menyoroti relevansi SDGs poin ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat, serta poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dalam upaya perlindungan anak.


"KPAID akan menjadi institusi yang memperkuat upaya ini," tambahnya.


Herry juga mengungkapkan bahwa Jawa Barat termasuk provinsi dengan angka kekerasan terhadap anak yang cukup tinggi. Sepanjang tahun 2024 saja, tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan terhadap anak di wilayah ini.


"Ini adalah alarm bagi kita semua. Tanpa adanya KPAID, penanganan kasus-kasus seperti ini akan sulit terkoordinasi dengan baik," tegasnya.

Kamis, 20 Februari 2025

Pelajar SMK di KBB Meninggal Dunia saat Pernakan Adegan Drama di Atas Panggung

 

Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto

CIMAHI, SURAT KABAR – Pentas seni di sebuah sekolah kejuruan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berubah menjadi tragedi. Seorang siswa kelas XII SMK Dharma Pertiwi, berinisial MDR (17), meninggal dunia saat tampil dalam pertunjukan drama di sekolahnya, Kamis, 20 Februari 2025.


Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan pihaknya tengah menyelidiki peristiwa yang menyebabkan MDR mengalami luka tusukan di bagian perut saat membawakan peran dalam drama tersebut.


"Sampai saat ini kami mendapatkan laporan terkait seorang pelajar yang ditemukan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pentas seni di sekolahnya. Kami turut prihatin dan berduka cita," ujar Tri saat ditemui baru-baru ini. 


Menurut hasil pemeriksaan awal, MDR diduga memainkan adegan bunuh diri dalam drama yang ia perankan. 


"Dalam drama itu, ceritanya ada adegan bunuh diri. Namun, adegan tersebut benar-benar dilakukan secara langsung dan nyata," ungkap Tri.


Pihak kepolisian masih menggali keterangan lebih lanjut untuk memastikan bagaimana kejadian itu berlangsung. 


"Kita mohon waktu agar bisa mengetahui apakah yang bersangkutan sudah mempersiapkan dari awal atau ini merupakan kecelakaan di luar dugaan," katanya.


Tri menjelaskan, berdasarkan kesaksian awal, pentas seni tersebut memang berlangsung sesuai skenario. Para saksi melihat MDR sempat berdiri setelah adegan tersebut, namun kemudian berjalan sempoyongan dan akhirnya terjatuh.


"Kami tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar bisa menyimpulkan kronologi secara utuh. Jangan sampai cerita ini hanya sepenggal-sepenggal tanpa memahami peristiwa sebenarnya," tambahnya.


Saat ini, pihak kepolisian masih fokus pada penanganan korban yang telah dibawa ke rumah sakit. 


"Proses pemeriksaan akan dilakukan setelah kondisi memungkinkan. Kami juga masih menunggu hasil autopsi dari pihak keluarga," ujar Tri.


Sejauh ini, tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian telah dimintai keterangan awal. Polisi juga mengamankan beberapa properti yang digunakan dalam drama tersebut, termasuk alat peraga yang diduga berperan dalam kejadian itu.


"Kami masih mendalami naskah drama tersebut. Dari informasi yang kami dapatkan, drama ini bertemakan kenakalan remaja. Namun, bagaimana alurnya hingga adegan itu terjadi, masih akan kami investigasi lebih lanjut," pungkas Tri.

Minggu, 09 Februari 2025

PLN ULP Prima Cibabat Sukses Tambah Daya PT Alfa Polimer untuk Dukung Ekspansi Industri Kimia

PLN ULP Prima Cibabat Sukses Tambah Daya PT Alfa Polimer untuk Dukung Ekspansi Industri Kimia



CIMAHI – SURAT KABAR – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Prima Cibabat, dengan dukungan penuh dari UP3 Cimahi, berhasil melaksanakan penyambungan penambahan daya untuk PT Alfa Polimer Indonesia. 


Daya listrik perusahaan ini meningkat dari semula 345 kVA menjadi 865 kVA. Proses penyambungan yang berlangsung di lokasi PT Alfa Polimer, Jl. Industri Cimareme II No. 5, Cimerang, Kec. Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, berhasil diselesaikan dalam waktu hanya satu hari kerja.  


PT Alfa Polimer Indonesia, yang berdiri sejak 2007, merupakan produsen perekat berbasis air dan bahan kimia khusus untuk berbagai aplikasi industri. 


Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, perusahaan ini juga telah menembus pasar internasional, termasuk Malaysia, Thailand, China, dan Bangladesh.


Beberapa merek dagangnya yang unggul meliputi Alfachem, Alfabond, dan Alfacoat.  


Dengan peningkatan daya ini, diperkirakan akan terjadi kenaikan konsumsi listrik sebesar 223.170 kWh pada Februari 2025.


Hal ini sejalan dengan analisis kenaikan rata-rata jam nyala tahun 2024 yang mencapai 4,1% per bulan.  


Manajer UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam memberikan layanan cepat dan andal bagi pelanggan industri.  


"Keberhasilan ini adalah wujud nyata komitmen PLN dalam memberikan layanan cepat dan andal bagi para pelanggan industri. Penambahan daya untuk PT Alfa Polimer tidak hanya mendukung ekspansi perusahaan, tetapi juga memperkuat ekosistem industri di wilayah Padalarang dan Cimahi. Terima kasih kepada seluruh tim PLN yang telah bekerja dengan optimal,"ujar Aryta.  


Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Agung Murdifi, menambahkan bahwa PLN terus berupaya menghadirkan pasokan listrik yang stabil demi mendorong daya saing industri.  


"PLN terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan industri di Jawa Barat dengan memastikan pasokan listrik yang andal dan efisien. Penambahan daya ini merupakan langkah strategis untuk mendorong produktivitas dan daya saing industri lokal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan," ungkap Agung.  


PLN ULP Prima Cibabat berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik serta memberikan pelayanan terbaik guna mendukung kemajuan industri dan memenuhi kebutuhan energi di berbagai sektor.