Kamis, 27 Maret 2025

Semarak Ramadhan, Moonraker Kebon Kopi Hadirkan Senyum untuk Anak Yatim

 

Semarak Ramadhan, Moonraker Kebon Kopi Hadirkan Senyum untuk Anak Yatim

CIMAHI, SURAT KABAR - Bulan Ramadan selalu menjadi momen penuh berkah, di mana setiap orang berlomba-lomba menebarkan kebaikan. 


Begitu pula yang dilakukan oleh Moonraker Kebon Kopi di Cibeureum, Kota Cimahi. Dengan penuh semangat, mereka menggelar kegiatan bakti sosial berbagi takjil dan buka puasa bersama anak-anak yatim piatu di Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr.  


Kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat kebersamaan bagi anak-anak di panti asuhan tersebut.


Senyum ceria terpancar dari wajah mereka saat menerima perhatian dari para pemuda yang peduli terhadap sesama.   


Ketua Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr, Roni Syahroni, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas inisiatif para pemuda Moonraker Kebon Kopi.  


"Ini merupakan amal baik yang dilakukan oleh anak-anak Moonraker Kebon Kopi. Saya berharap kebaikan ini tidak hanya dilakukan hari ini saja, tetapi bisa berkelanjutan. Semoga mereka selalu sehat dan terus melakukan kebaikan untuk sesama," ujarnya pada wartawan, Kamis (27/3) 25).


Roni juga memberikan pesan khusus kepada para pemuda Cimahi, agar selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah kehidupan mereka.  


"Saya berharap anak-anak muda Kebon Kopi ini menjadi generasi yang terbaik, berperilaku baik, dan terus menebarkan hal-hal positif. Saya juga ingin melihat anak-anak muda Cimahi menjadi sosok yang kuat, memiliki semangat untuk bangkit, dan mampu menjunjung tinggi martabat mereka sendiri. Karena, seperti yang Allah firmankan, masa depan yang lebih baik dan gemilang berada di tangan kita masing-masing," tambahnya.    


Ketua Moonraker Kebon Kopi, Arya Rais atau yang akrab disapa Dodon, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi komitmen yang akan terus mereka jalankan.  


"Kami di Moonraker Kebon Kopi ingin menunjukkan bahwa pemuda bukan hanya sekadar komunitas biasa. Kami ingin memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, terutama bagi mereka yang membutuhkan," katanya. 


Lebih lanjut, Dodon menjelaskan berbagi takjil dan buka bersama ini adalah salah satu cara mereka menebar kebahagiaan di bulan Ramadan.


"Tetapi ke depannya kami ingin lebih dari itu," tutur Dodon.  


Ia juga menambahkan bahwa peran pemuda sangat penting dalam membangun kota Cimahi yang lebih baik.  


"Sebagai generasi muda, kami punya energi dan kreativitas. Daripada digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, kenapa tidak kita gunakan untuk berbagi dan membantu sesama?," tegas Dodon.


Dodon bersama rekan-rekannya di Moonraker ingin membuktikan bahwa komunitas pemuda juga bisa menjadi agen perubahan yang positif.  


Dodon melanjutkan, harapannya dengan kegiatan seperti ini bisa menginspirasi lebih banyak anak muda di Cimahi untuk turut serta dalam kegiatan sosial.  


"Saya ingin mengajak teman-teman lainnya, dari komunitas mana pun, untuk ikut berkontribusi. Kebaikan itu tidak harus dalam bentuk besar, yang penting dilakukan dengan tulus. Kami akan terus melakukan kegiatan seperti ini, bukan hanya di Ramadan, tetapi juga di kesempatan lain," tandasnya.   


Bagi anak-anak yatim piatu di Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr, kehadiran para pemuda Moonraker Kebon Kopi memberikan warna tersendiri di bulan Ramadan ini. 


Mereka tidak hanya mendapatkan makanan berbuka, tetapi juga merasakan kasih sayang dan perhatian dari para kakak-kakak yang peduli terhadap mereka.

Rabu, 19 Maret 2025

Mahasiswa STIK '82 Edukasi Siswa SMPN 3 Ngamprah Soal Dampak Media Sosial

Mahasiswa STIK '82 Edukasi Siswa SMPN 3 Ngamprah Soal Dampak Media Sosial



SURAT KABAR - Internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak muda. Namun, di balik kemudahan akses informasi, tersimpan risiko yang mengintai. 


Hoaks, cyberbullying, hingga eksploitasi data pribadi menjadi ancaman nyata bagi generasi digital saat ini.  


Kesadaran akan bahaya tersebut mendorong Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 82 untuk turun langsung ke lapangan. 


Mereka menggelar sosialisasi keamanan dan etika bermedia sosial di SMPN 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/3/2025).  


Kegiatan ini dipimpin oleh BRIPKA Soni Mardhian Setiadi, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Cilame, yang memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana dunia digital dapat menjadi peluang sekaligus jebakan jika tidak digunakan secara bijak.  


Dalam sesi sosialisasi, BRIPKA Soni mengingatkan bahwa media sosial bisa menjadi alat untuk membangun masa depan atau justru senjata yang merusak diri sendiri.  


"Siswa perlu memahami bahwa apa yang mereka unggah di internet akan selalu ada jejaknya. Kesalahan kecil di media sosial bisa berdampak panjang, bahkan hingga dunia kerja nanti," ujarnya di hadapan para siswa.  


Selain itu, ia juga menyoroti fenomena penyebaran hoaks, yang semakin marak dan seringkali melibatkan anak muda sebagai korbannya.  


"Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa cek fakta. Kita harus jadi generasi yang kritis, bukan sekadar konsumen informasi," tambahnya.  


Selain aspek digital, sosialisasi ini juga membahas kenakalan remaja, mulai dari tawuran hingga penyalahgunaan narkoba. BRIPKA Soni menegaskan bahwa keterlibatan dalam tindakan negatif bisa berdampak pada masa depan siswa.  


"Satu keputusan buruk bisa merusak hidup kalian. Jangan sampai terjerumus hanya karena tekanan lingkungan atau ingin dianggap keren," tegasnya.  


Kegiatan ini tidak hanya menjadi sesi ceramah satu arah. Para siswa aktif bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi tekanan sosial dan digital.  


Isabela, siswi kelas 7, mengaku baru menyadari bahwa tidak semua yang beredar di internet dapat dipercaya.  


"Aku sering lihat berita di media sosial, tapi ternyata banyak yang nggak benar. Sekarang aku tahu harus cek dulu sebelum percaya," ujarnya.  


Sementara itu, Fadil, siswa kelas 7 lainnya, mengungkapkan bahwa materi tentang kenakalan remaja memberikan perspektif baru baginya.  


"Aku dulu mikir tawuran itu hal biasa. Tapi setelah dijelaskan tadi, aku sadar kalau itu bisa merusak masa depan. Aku lebih memilih fokus belajar sekarang," katanya.  


Kepala SMPN 3 Ngamprah, Hendra Wibowo, menilai sosialisasi ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.  


"Anak-anak zaman sekarang tumbuh dengan media sosial di tangan mereka. Tapi tanpa edukasi yang tepat, itu bisa jadi bumerang. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar mereka lebih bijak dalam menggunakan teknologi," kata Hendra.  


Ke depan, Polres Cimahi dan Mahasiswa STIK berencana melanjutkan program serupa di sekolah-sekolah lain. 


Dengan edukasi yang berkelanjutan, mereka berharap dapat membentuk generasi muda yang lebih sadar akan risiko digital, menjauhi kenakalan remaja.


Serta menggunakan media sosial sebagai alat untuk berkembang, bukan sekadar hiburan tanpa arah.

Polres Cimahi Berbagi Kepedulian di Yayasan Yatim Piatu Haqul Yakin

 

Polres Cimahi Berbagi Kepedulian di Yayasan Yatim Piatu Haqul Yakin


SURAT KABAR - Polres Cimahi menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan pelayanan sosial di Yayasan Yatim Piatu Haqul Yakin, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, pada Selasa (19/3/2025). 


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan bantuan kepada anak-anak yatim piatu serta mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.  


Kunjungan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Aipda Alfian Agus Setiawan, selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipageran. 


Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian membawa bantuan berupa sembako dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari untuk mendukung kesejahteraan anak-anak di yayasan.  


Selain memberikan bantuan, polisi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak, berbincang santai, mendengarkan cerita mereka, serta memberikan motivasi agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik.  


"Kami ingin hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang selalu siap membantu. Anak-anak di sini adalah generasi penerus bangsa yang perlu kita dukung agar mereka dapat tumbuh dengan baik dan memiliki masa depan cerah," ujar Aipda Alfian Agus Setiawan, S.H., Selasa (19/3/2025).   


Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak yayasan. Ridwan, salah satu pengurus Yayasan Haqul Yakin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Polres Cimahi.  


"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian dari kepolisian. Kehadiran mereka memberikan semangat dan harapan bagi anak-anak di sini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut," kata Ridwan.  


Selain memberikan bantuan, personel kepolisian juga menyampaikan pesan moral kepada anak-anak, mengajak mereka untuk selalu menjaga disiplin, menghormati sesama, serta menjauhi perbuatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.  


Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program kepolisian dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kebersamaan. 


Polres Cimahi berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa di berbagai lokasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Polres Cimahi Dukung Pedagang Kaki Lima dan Gelar Kegiatan Sosial di Bulan Ramadan

 

Polres Cimahi Dukung Pedagang Kaki Lima dan Gelar Kegiatan Sosial di Bulan Ramadan

SURAT KABAR – Polres Cimahi terus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial selama bulan Ramadan. 


Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah membantu pedagang kaki lima di beberapa titik strategis Kota Cimahi serta berbagi takjil bagi warga yang membutuhkan.


Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (19/3/2025) pukul 13.00 hingga 16.00 WIB di dua lokasi utama, yaitu Melong Ramadan Fest, Komplek Melong Green, Jalan Herkules Raya RW 28, Kelurahan Melong, serta Pasar Cimindi. 


Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan ini dipimpin oleh Bripka Aziez Alimin Hidayat, selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Melong, serta Aipda Rohendi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibeureum.


Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian tidak hanya menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas jual beli, tetapi juga memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan ketertiban umum.


"Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada para pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi ini. Selain itu, kami juga ingin memastikan bahwa kegiatan ekonomi di tingkat mikro dapat berjalan dengan lancar, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini," ujar Bripka Aziez Alimin Hidayat, Selasa (19/3/2025).


Salah satu pedagang di Melong Ramadan Fest, Ibu Rina, mengapresiasi kehadiran kepolisian yang membantu menciptakan suasana aman dan kondusif.


"Kehadiran bapak-bapak polisi sangat membantu kami. Selain merasa lebih aman, kami juga mendapat berbagai informasi terkait keamanan dan ketertiban. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan," ungkapnya.


Setelah membantu pedagang kaki lima, pada pukul 16.00 - 18.00 WIB, Polres Cimahi melanjutkan kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan maupun yang kurang mampu.


Pembagian takjil dilakukan di dua lokasi yang sama, yaitu Melong Ramadan Fest dan Pasar Cimindi, dengan dipimpin langsung oleh Bripka Aziez Alimin Hidayat dan Aipda Rohendi.


Sebagai bagian dari kebersamaan di bulan Ramadan, kepolisian juga menggelar buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan ibadah Salat Tarawih di dua masjid utama, yakni Masjid Jamie Nurul Iman di Komplek Melong Green RW 28, Kelurahan Melong, dan Masjid Al Fadhilah di RW 07, Kelurahan Baros.


Dalam ibadah ini, kehadiran kepolisian dipimpin oleh Bripka Aziez Alimin Hidayat dan Bripka Saepudin, S.H., yang turut berbaur dengan masyarakat dalam suasana kebersamaan yang hangat.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari itu, pada pukul 21.00 - 22.00 WIB, Polres Cimahi menggelar diskusi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di dua lokasi masjid yang sama.


Diskusi ini membahas berbagai isu sosial, keamanan lingkungan, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan toleransi selama bulan Ramadan.


Kapolres Cimahi melalui perwakilannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.


"Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kesejahteraan sosial. Semoga keberkahan Ramadan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan warga Cimahi," pungkasnya.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan suasana yang lebih aman, nyaman, dan penuh kebersamaan dapat tercipta, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Selasa, 18 Maret 2025

Diskusi Bersama: Mahasiswa STIK '82 Soroti Sinergi Polisi dan Warga dalam Menjaga Keamanan Cimahi

Buka Bersama dan Diskusi Mahasiswa STIK'82



SURAT KABAR - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) S1 angkatan 82 menggelar buka puasa bersama sekaligus berdiskusi dengan tokoh masyarakat di Masjid Mutiara, Kompleks Mutiara, Kota Cimahi.


Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 18 Maret 2025, ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa STIK angkatan 82.  


"Jadi kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, serta menggali berbagai perspektif mengenai keamanan dan ketertiban di lingkungan setempat," kata Daniel Darusman Napitupulu seusai acara, Selasa (18/3/25). 


Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Para tokoh masyarakat menyampaikan beragam pandangan mengenai kondisi keamanan, tantangan sosial, serta harapan mereka terhadap kepolisian dalam mendukung kesejahteraan warga.  


"Dalam diskusi tersebut, mahasiswa STIK juga menyampaikan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan," ujar Daniel.  


Selain isu keamanan, perbincangan juga mencakup peran tokoh masyarakat dalam mencegah konflik sosial, partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, serta pentingnya edukasi hukum bagi generasi muda.  


"Intinya kami ingin mendengar aspirasi masyarakat dan mencari solusi bersama agar tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua," kata Daniel.  


Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Masyarakat menyampaikan berbagai pertanyaan dan saran yang akan menjadi bahan masukan bagi mahasiswa STIK dalam menyusun strategi kepolisian yang lebih humanis dan efektif.  


"Dengan adanya diskusi seperti ini, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian semakin erat, sehingga dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis," pungkasnya.

Minggu, 16 Maret 2025

Dorong Transparansi Pembangunan, Cimahi Muncul Gandeng DPRD Cimahi

Komunitas Cimahi Muncul Gandeng Komisi 3 DPRD Kota Cimahi



SURAT KABAR, KOTA CIMAHI – Transparansi dan partisipasi publik menjadi isu krusial dalam pembangunan Kota Cimahi. 


Menjawab tantangan itu, Cimahi Muncul berinisiatif menggandeng Komisi 3 DPRD Kota Cimahi untuk membahas kolaborasi strategis dalam memperkuat pengawasan dan keterlibatan warga. 


Audiensi ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 19 Maret 2025, di Gedung DPRD Kota Cimahi.  


Inisiator Cimahi Muncul, Raden Raka, menegaskan bahwa kolaborasi dengan DPRD bertujuan mendorong tata kelola pembangunan yang lebih progresif dan terbuka. 


Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci menciptakan ekosistem kota yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan warganya.  


"Kami percaya, Cimahi bisa berkembang lebih cepat jika warganya ikut terlibat langsung dalam pengawasan dan inovasi pembangunan. Kolaborasi dengan DPRD bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem kota yang lebih transparan, partisipatif, dan progresif," ujar Raka, Minggu (16/3/2025).  


Dalam audiensi tersebut, Cimahi Muncul akan memaparkan sistem partisipasi publik berbasis Quest, sebuah mekanisme digital yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan.


Melalui sistem ini, Raka menjelaskan masyarakat dapat melaporkan perkembangan proyek secara langsung dan mengakses informasi terkait dengan lebih terbuka.  


"Salah satu fokus kami adalah memperkenalkan sistem partisipasi publik berbasis Quest. Ini akan mempermudah warga dalam memberikan laporan terkait proyek pembangunan, sekaligus membuka akses informasi yang lebih transparan," jelas Raka.  


Tak hanya itu, Cimahi Muncul juga ingin mendorong model pengawasan berbasis komunitas, di mana masukan dan umpan balik dari masyarakat akan menjadi dasar dalam memastikan setiap proyek berjalan sesuai dengan rencana dan kebutuhan warga.  


Kolaborasi dengan DPRD tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). 


Cimahi Muncul berharap, sinergi antara DPRD, komunitas, dan sektor swasta dapat meningkatkan kualitas pembangunan di Cimahi.  


"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pembangunan melalui sinergi antara dunia usaha dan komunitas lokal," tambah Raka.  


Isu pemberdayaan pemuda dan optimalisasi ruang publik juga akan menjadi bagian dari diskusi. 


Cimahi Muncul menilai, ruang publik memiliki potensi besar sebagai wadah aktivitas komunitas, termasuk program-program yang memberdayakan generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan kota.   


Komisi 3 DPRD Kota Cimahi menyambut baik rencana audiensi ini. Menurut Barkah Setiawan, perwakilan Komisi 3, keterlibatan komunitas seperti Cimahi Muncul sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan warga.  


"Kehadiran komunitas seperti Cimahi Muncul sangat penting dalam proses pembangunan kota. Dengan keterlibatan masyarakat, kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan mencerminkan kebutuhan nyata warga," ujar Barkah.  

Jumat, 14 Maret 2025

Fokus Samakan Persepsi dan Bangun Loyalitas, Pemkot Cimahi Jadwalkan Retreat ASN April 2025

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa retreat ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan keselarasan ASN.



CIMAHI, SURAT KABAR– Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi merencanakan kegiatan retreat bagi aparatur sipil negara (ASN) pada April 2025 mendatang. Agenda ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait program pembangunan yang selaras dengan arahan pemerintah pusat serta memperkuat loyalitas ASN terhadap kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira.  


Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa retreat ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan keselarasan antara kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.  


"Goal setting-nya adalah menyamakan persepsi sesuai dengan arahan pemerintah pusat agar terjadi aspek linearitas antara pusat, provinsi, dan daerah," ujar Adhitia kepada wartawan di Cimahi, Jumat (14/3/2025).  


Lebih lanjut, Adhitia menekankan pentingnya membangun loyalitas ASN terhadap kepemimpinan yang baru. Ia menyebutkan bahwa pergantian pemimpin menuntut adanya penegasan loyalitas dari seluruh aparatur.  


"Kedua, aspek loyalitas, itu yang ditekankan, karena sekarang sudah berganti kepemimpinan. Hari ini sudah ada wali kota dan wakilnya," tegasnya.  


Terkait jadwal pelaksanaan, Adhitia mengonfirmasi adanya perubahan dari rencana awal yang seharusnya berlangsung pada pertengahan Ramadan. Kini, kegiatan tersebut dijadwalkan pada 15-17 April 2025 di Dodik Bela Negara, Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).  


"Jadinya pertengahan April, tanggal 15 sampai 17 April kita laksanakan bersama kepala OPD, para sekretaris dinas, dan badan plus camat. Rencananya di Lembang, Dodik Bela Negara," jelas Adhitia.  


Sebelumnya, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, juga telah menyampaikan rencana penyelenggaraan retreat bagi ASN eselon 2 dan 3. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk membangun semangat kebersamaan serta memperkuat jiwa korsa di lingkungan pemerintahan.  


"Dengan retreat, diharapkan muncul jiwa korsa yang kuat antar-dinas, sehingga dapat membangun Kota Cimahi secara maksimal," kata Ngatiyana.  


Namun demikian, Ngatiyana belum memastikan jadwal pasti pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut lokasi retreat masih dalam tahap pembahasan dengan beberapa opsi tempat yang dipertimbangkan.  


"Tempatnya masih dibahas, antara Bandung atau Cipatat," ungkapnya.

Orang Tua SDN Cibabat Mandiri 1 Pertanyakan Transparansi Biaya Ujian Praktek

 

SDN Cibabat Mandiri 1 Kota Cimahi


CIMAHI, SURAT KABAR– Adanya keluhan orang tua terkait di duga adanya pungutan untuk biaya ujian praktik siswa SDN Cibabat Mandiri 1 yang dinilai memberatkan dan tidak jelas transparansi nya. 


Mereka menilai adanya dugaan pungutan sebesar Rp50 ribu untuk ujian praktik yang dikoordinasikan oleh Koordinator Kelas (Korlas) perlu dijelaskan lebih rinci.  


Pasalnya, sebelumnya ada juga mengenai acara perpisahan yang sempat direncanakan di Technopark Cimahi juga dinilai kurang transparan.  


"Korlas bilang ke Techno kan tidak jadi. Rinciannya yang 50 ribu itu, Rp30 ribu untuk tumbler dan Rp20 ribu untuk goodie bag dan coklat. Jadi, uang Rp250 ribu itu khusus untuk perpisahan, belum lagi biaya kaos dan keperluan lainnya," Kata salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, Jumat (14/3/25). 


Ia juga mengaku bingung dengan adanya pungutan tersebut. Ia menilai seharusnya pembiayaan untuk praktik bisa dijelaskan secara terbuka kepada para orang tua.  


"Kenapa untuk ujian praktik dan perpisahan ada anggaran biaya yang diakomodir oleh Korlas?" ungkapnya.  


Ia juga menilai ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana tersebut, terlebih setelah adanya dugaan pungutan untuk kegiatan perpisahan di Cimahi Technopark yang akhirnya dibatalkan.  


"Saya mau minta uangnya, tapi katanya uang techno sudah kepakai sebagian untuk tumbler, yaitu untuk kenang-kenangan," jelasnya.  


Namun, rencana perpisahan tersebut yang akhirnya batal dilaksanakan. Meski ada yang kecewa, sebagian besar orang tua justru merasa lega.  


"Orang tua waktu rapat di hari Sabtu juga tidak semuanya setuju, hanya segelintir saja, bahkan hanya 10 persen yang setuju," jelasnya.  


"Justru malah senang saja kelihatannya kalau tidak jadi perpisahan," tambahnya.  


Plt Kepala SDN Cibabat Mandiri 1, Dewi Cahyanti, membantah adanya pungutan dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan uang yang dikumpulkan berasal dari tabungan para orang tua siswa, yang bertujuan agar kegiatan pagelaran seni tetap terlaksana.  


"Orang tua sudah nabung, jadi enggak ngumpulin uang lagi. Mereka nabung supaya sama dengan kakak tingkatnya sebelumnya," jelas Dewi.  


Menurutnya, dana yang terkumpul digunakan untuk biaya makan minum orang tua dan siswa, kebersihan, sewa sound system, pelatih, kostum, serta konsumsi bagi pelatih dan peserta tampil.  


"Ini bukan perpisahan, tetapi pagelaran seni yang diisi oleh siswa kelas 6. Sebab, di Technopark Cimahi, acara perpisahan tidak diperbolehkan. Jadi, sebagai pengganti, kami adakan pagelaran seni," terangnya.  


Dewi menegaskan, jika ada kelebihan dana, maka uang tersebut akan dikembalikan kepada orang tua.  


"Nominalnya memang disesuaikan dengan tahun sebelumnya agar tidak terlalu berat. Kalau kurang, ya ditambah, kalau lebih, tinggal dikembalikan," ucapnya.  


Namun, Dewi menegaskan jika perpisahan tetap akan dilaksanakan, maka kegiatan tersebut akan diadakan di lingkungan sekolah dengan konsep yang sederhana. 


Ia juga menegaskan,jika tidak memungkinkan, maka cukup dengan pembagian rapor tanpa acara perpisahan.  


"Kita sudah putuskan tidak di Technopark. Kalaupun ada, di sekolah. Kalau tidak, ya hanya bagi rapor dan pulang saja," beber nya. 


Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Ana Juliana, menegaskan bahwa kegiatan P5 seharusnya bisa dilaksanakan tanpa membebani orang tua dengan biaya.  


"Untuk program P5 biasanya dilaksanakan di akhir, sebagai ajang panen karya anak-anak. Harusnya tidak perlu berbiaya, namun kadang ada keinginan untuk menampilkan sesuatu dengan seragam," ungkap Ana.  


Namun demikian, Ana menegaskan bahwa jika ada pengumpulan dana, mekanismenya harus jelas dan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.  


"Sepanjang mekanismenya dijalankan, tidak apa-apa. Tapi kalau biaya dipatok dan jadi wajib, itu tidak diperbolehkan. Semua harus sukarela dan disepakati bersama," tegasnya.  


Ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pengambilan keputusan. Jika ada pihak yang merasa keberatan, mereka dapat menyampaikan melalui mekanisme pengaduan.  


"Kalau ada yang tidak setuju, coba hentikan dulu saja kegiatan ini. Karena mungkin komite atau Korlas menganggap semua setuju, padahal belum tentu," ujarnya.  


Ana juga mengingatkan, komite sekolah dan Korlas hanyalah mitra yang kegiatannya harus diketahui dan disetujui oleh kepala sekolah.  


"Komite itu di SK kan oleh kepala sekolah. Semua kegiatan harus saling diketahui dan disetujui. Untuk praktik, kita lihat dulu, apakah dianggarkan dalam dana BOS atau tidak. Jika iya, gunakan dana BOS," jelasnya.  


Lebih lanjut, Ana menegaskan bahwa sumbangan dari masyarakat harus bersifat sukarela dan tidak boleh ada unsur paksaan.  


"Penggunaan dana dari masyarakat bisa dalam bentuk bantuan atau sumbangan, tapi harus sukarela. Jangan sampai menjadi ranah pungutan yang dilarang," tegasnya.  


Ia juga mengingatkan agar komite dan Korlas tidak mencari keuntungan pribadi dari kegiatan sekolah.  


"Kalau ada kelebihan pembelanjaan, itu tidak boleh untuk keuntungan komite atau Korlas. Semua kegiatan harus sesuai aturan dan transparan," pungkasnya.

Minggu, 09 Maret 2025

PLN UP3 Cimahi Terangi Harapan Warga Kurang Mampu Lewat Program "Light Up The Dream"

 

PLN UP3 Cimahi Terangi Harapan Warga Kurang Mampu Lewat Program "Light Up The Dream"


CIMAHI, SURAT KABAR – PT PLN (Persero) UP3 Cimahi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inklusi energi melalui program sosial bertajuk “Light Up The Dream”. 


Program ini menyasar masyarakat kurang mampu yang belum memiliki akses listrik, dengan tujuan mendorong peningkatan kualitas hidup mereka.  


Pada pelaksanaan program yang berlangsung di Padasuka, Kota Cimahi, dua warga kurang mampu, yakni Dedi Mulyana dan Anthon Peornomo, menerima bantuan berupa pemasangan listrik gratis. 


Bantuan tersebut diharapkan mampu membuka akses bagi kehidupan yang lebih baik bagi kedua keluarga.  


Manajer Unit Pelaksana UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran manajemen, tim Srikandi, dan YBM PLN UP3 Cimahi. 


Selain pemasangan listrik, PLN juga memberikan bingkisan santunan kepada para penerima manfaat.  


Dedi Mulyana, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. 


“Saya sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya program ini. Dulu, kami kesulitan untuk mendapatkan sambungan listrik, namun dengan adanya bantuan dari PLN, hidup kami akan jauh lebih baik. Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan harapan baru bagi keluarga kami,” ujarnya.  


Hal serupa disampaikan oleh Anthon Peornomo yang juga merasa terbantu dengan adanya program ini. 


“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Semoga PLN terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan seperti kami,” ungkapnya.  


Aryta Wulandari menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari komitmen PLN dalam mewujudkan pemerataan akses energi. 


“Program Light Up The Dream adalah bentuk komitmen PLN dalam mewujudkan inklusi energi untuk seluruh lapisan masyarakat, terutama yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan keluarga Dedi dan Anthon, serta mendorong masyarakat lainnya untuk terus berusaha mewujudkan impian mereka," katanya. 


"Kami berterima kasih kepada tim Srikandi PLN UP3 Cimahi yang selalu memberikan kontribusi nyata dalam setiap kegiatan sosial kami,” sambung Aryta.  


Apresiasi juga disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (UID Jabar), Agung Murdifi. Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan misi PLN untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui akses energi. 


“Kami sangat bangga dapat membantu masyarakat melalui program Light Up The Dream. Kami percaya bahwa dengan memberikan akses listrik, kami tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga memberi cahaya bagi impian dan harapan mereka. PLN akan terus berusaha memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat,” ujar Agung.  


Program Light Up The Dream merupakan bagian dari inisiatif sosial PLN yang berfokus pada penyediaan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. 


Melalui program ini, PLN berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera, serta memperluas jangkauan manfaat listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, 05 Maret 2025

Cimahi Perlu Tambah Wilayah, Ketua LSM GBR: Kota Ini Butuh Ruang untuk Berkembang

 

Peta Wilayah Kota Cimahi


CIMAHI, SURAT KABAR – Wacana perluasan teritorial Kota Cimahi semakin menguat seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk. 


Ketua LSM GBR Kota Cimahi, Azwar Rizaldi, menegaskan bahwa penambahan wilayah bukan hanya sekadar opsi, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis bagi kota ini.  


Menurut Azwar, Kota Cimahi yang saat ini hanya memiliki luas 41,64 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 600.000 jiwa menghadapi tekanan besar dalam infrastruktur dan pelayanan publik. 


"Kota Cimahi sudah tidak lagi bisa mengandalkan wilayahnya yang sempit. Pertumbuhan pesat memerlukan ruang lebih besar untuk berkembang," ujarnya saat ditemui, Kamis (6/3/25). 


Azwar menilai bahwa dengan kepadatan yang semakin meningkat, Cimahi memerlukan lahan tambahan untuk menampung pertumbuhan penduduk dan mengembangkan sektor ekonomi. 


Ia menyebut bahwa wilayah perbatasan antara Cimahi dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung memiliki potensi besar untuk dikembangkan.  


"Dengan memperluas wilayah, kita dapat mengoptimalkan lahan untuk industri, perdagangan, dan sektor lainnya yang akan mendongkrak perekonomian serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," kata Azwar.  


Saat ini, keterbatasan lahan juga menjadi kendala bagi masuknya investasi besar. Dengan menambah wilayah, Cimahi diyakini bisa lebih menarik bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.  


Persoalan keterbatasan lahan juga berdampak pada pembangunan infrastruktur strategis. 


Azwar menyoroti pentingnya perluasan wilayah untuk mempermudah pembangunan fasilitas transportasi, seperti jalan tol dan jalur kereta api, yang dapat meningkatkan konektivitas Cimahi dengan Bandung Raya.  


"Kita butuh ruang lebih luas agar pembangunan infrastruktur tidak terhambat. Ini penting untuk menjadikan Cimahi sebagai kota yang lebih kompetitif dan terintegrasi," tegasnya.  


Selain itu, ia menekankan bahwa perluasan wilayah juga dapat memperkuat identitas Kota Cimahi sebagai pusat ekonomi dan sosial yang lebih berkembang. 


Saat ini, banyak penduduk yang bekerja dan beraktivitas di luar Cimahi karena keterbatasan ruang usaha dan infrastruktur. Dengan perluasan wilayah, peluang ekonomi lokal bisa lebih berkembang.  


Selain untuk pembangunan ekonomi, perluasan wilayah juga dianggap dapat mengurangi ketimpangan antara pusat kota dan wilayah pinggiran. 


Menurut Azwar, distribusi pembangunan dan pelayanan publik akan lebih merata jika Cimahi memiliki ruang lebih luas untuk perencanaan tata kota yang lebih baik.  


Tak hanya itu, perluasan teritorial juga dapat mengatasi berbagai konflik administratif di kawasan perbatasan Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yang selama ini menjadi kendala. 


“Masalah tumpang tindih pengelolaan wilayah bisa diminimalisir, sehingga efisiensi dalam pengelolaan sumber daya dapat ditingkatkan," kata Azwar.  


Selain itu, urbanisasi yang terus meningkat menuju Cimahi memerlukan solusi konkret. Keterbatasan lahan saat ini menghambat kapasitas kota dalam mengakomodasi pendatang baru. 


Perluasan wilayah menjadi solusi penting untuk menjawab tantangan ini, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan.  


Azwar menegaskan bahwa perluasan teritorial Cimahi bukan sekadar isu politik, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjamin masa depan kota. 


Ia berharap proses perluasan ini dilakukan secara transparan, berbasis data, dan melibatkan berbagai pihak agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.  


“Cimahi harus memperkuat daya saingnya. Dengan memperluas wilayah, kota ini akan lebih kompetitif di tingkat nasional dan internasional, menarik lebih banyak investasi, serta menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi warganya,” tambahnya.  


Ia juga mendorong agar pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota tetangga dapat mendukung upaya ini demi kepentingan bersama. 


Menurutnya, jika dikelola dengan baik, perluasan wilayah akan menjadi langkah strategis yang membawa dampak positif bagi Cimahi dan daerah sekitarnya.

DPRD Cimahi: Kota Ini Layak Diperluas, tapi Harus Ikuti Aturan

Ketua DPRD Kota Cimahi Sebut Cimahi Kayak Ada Penambahan Wilayah



CIMAHI, SURAT KABAR - Wacana perluasan wilayah Kota Cimahi mulai mencuat, dengan argumen utama bahwa kota ini layak mendapat tambahan wilayah untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. 


Namun, prosesnya harus melalui tahapan resmi dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum direalisasikan.  


Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menegaskan bahwa ini adalah kali pertama Cimahi merencanakan penambahan wilayah. Sebelumnya, perubahan yang terjadi hanya terkait status Cimahi menjadi kota otonom pada 2001.  


"Itulah yang dikelola sampai saat ini. Ketika ada rencana itu, tentu tahapan harus dilalui," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (6/3/2025).  


Wahyu menegaskan, wacana ini tidak bisa serta-merta diwujudkan karena harus menunggu kebijakan dari pemerintah provinsi dan pusat. 


Selain itu, diperlukan kajian mendalam terkait dampak terhadap ekonomi, sosial, budaya, serta keamanan.  


"Cimahi memang layak untuk ada penambahan wilayah dari mana pun daerah di sekitarnya, tetapi tetap harus mengikuti kebijakan yang ada," tegasnya.  


Menurut Wahyu, jika kebijakan perluasan wilayah ini diputuskan oleh pihak berwenang, maka Pemerintah Kota Cimahi hanya tinggal menjalankan aturan yang telah ditetapkan. 


Ia juga mengungkapkan bahwa wacana ini telah sampai ke Gubernur Jawa Barat, sehingga koordinasi dengan daerah sekitar harus segera dilakukan.  


"Prinsipnya, jika penambahan wilayah ini dapat memudahkan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka itu akan menjadi keputusan yang baik," tambahnya.  


Namun, jika hasil kajian menunjukkan dampak negatif, maka perluasan wilayah harus dikaji ulang. Wahyu menegaskan bahwa kebijakan apa pun harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.  


"Intinya, penambahan wilayah atau kebijakan apa pun harus bertujuan untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.  


Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung, Farhan, terkait wacana ini. 


Menurutnya, proses ini tidak bisa instan dan harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.  


"Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus mengikuti aturan yang ada agar tidak melanggar undang-undang," jelasnya.  


Ia juga menambahkan bahwa pembahasan lebih lanjut perlu dilakukan dengan DPRD Cimahi hingga DPR RI. Untuk wacana perluasan ke wilayah Margaasih, diskusi akan dilakukan di tingkat provinsi.  


"Pada prinsipnya, kepala daerah setuju, tetapi proses ini harus dibahas lebih lanjut di tingkat provinsi," katanya.  


Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudhistira, menyebut gagasan ini mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat, yang ingin pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jabar.  


"Ini bukan semata untuk kepentingan Cimahi, tetapi untuk kepentingan bersama, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah Cekungan Bandung," jelasnya.  


Ia menambahkan, persoalan klasik di Cekungan Bandung, seperti kemacetan, banjir, dan pengelolaan sampah, membutuhkan koordinasi yang lebih baik antara daerah.  


"Warga di Bandung Raya sudah lelah dengan permasalahan klasik seperti kemacetan, banjir, dan sampah yang terus terjadi," ujarnya.  


Menurutnya, jika ada perubahan batas wilayah, koordinasi antar-kota dan kabupaten di Cekungan Bandung bisa lebih efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut.  


"Dengan adanya perubahan batas wilayah, koordinasi antara kota dan kabupaten di Cekungan Bandung akan lebih efektif dalam mengatasi persoalan-persoalan tersebut," tandasnya.