Minggu, 27 April 2025

PLN UP3 Cimahi Dukung Penataan Kabel Udara di Kota Cimahi

PLN UP3 Cimahi Dukung Penataan Kabel Udara di Kota Cimahi
PLN UP3 Cimahi Dukung Penataan Kabel Udara di Kota Cimahi

SURAT KABAR, CIMAHI — PLN UP3 Cimahi mendukung program Pemerintah Kota Cimahi dalam penataan infrastruktur kota melalui kegiatan Perapihan Kabel Udara Fiber Optik. Kegiatan ini berlangsung di Jl. Jenderal H. Amir Machmud, tepatnya di sekitar JPO Alun-Alun Cimahi, Senin (28/4).

Manager ULP Cimahi Kota, Ida Bagus Yudhistira, bersama tim dari Bagian Jaringan UP3 Cimahi hadir dalam kegiatan tersebut. Program ini digagas Pemkot Cimahi untuk menciptakan ruang publik yang lebih tertib, aman, dan estetis.

Manager UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah.

"PLN UP3 Cimahi sangat mendukung program perapihan kabel udara ini. Selain meningkatkan estetika kota, kegiatan ini juga penting untuk menjaga keandalan jaringan listrik dan keselamatan masyarakat. Kami siap berkolaborasi dan memastikan infrastruktur kelistrikan turut tertata rapi mendukung wajah baru Kota Cimahi," kata Aryta.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Tonny Bellamy, juga mengapresiasi kolaborasi ini.

Tonny menjelaskan, pihaknya menyambut baik langkah Pemerintah Kota Cimahi dalam menata jaringan kabel udara. PLN berkomitmen untuk terus hadir mendukung upaya pemerintah daerah. 

"Baik dalam keandalan listrik maupun penataan lingkungan, demi menciptakan kota yang lebih nyaman, aman, dan berdaya saing," ujarnya.

Penataan kabel udara ini menjadi bagian dari upaya bersama PLN dan Pemkot Cimahi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur kota, sekaligus memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga. (SAT)

Selasa, 22 April 2025

Patroli Siber Ditingkatkan, Polri Sisir Konten Judi dan Prostitusi

 

Polres Cimahi


SURAT KABAR, CIMAHI — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah melakukan penelitian di Polres Cimahi dengan fokus pada penanganan kejahatan sosial di ruang digital. 


Studi ini mengusung tema 'Melindungi Masyarakat Digital: Peran Polri dan Penekanan dalam Media Online.'


Kombes Pol Tony Kurniawan menjelaskan, penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana Polres Cimahi mampu merespons maraknya kejahatan digital seperti perjudian online, penipuan daring, hingga prostitusi berbasis media sosial.


"Sejauh mana Polres Cimahi menangani kejahatan sosial, itu yang kami dalami. Karena sekarang kasus judi online, penipuan, hingga prostitusi online makin masif," kata Tony di Cimahi, Senin (22/4/25).


Untuk menekan kejahatan di ruang digital, Polri juga mengerahkan tim siber guna melakukan patroli dunia maya. Tim ini bertugas memantau dan menindak akun atau situs yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal.


"Kalau ada konten yang mempromosikan judi online, akan langsung kami telusuri dan tindaklanjuti secara hukum," tegasnya.


Tony mengingatkan masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi online, yang dinilainya sangat merugikan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari judi online karena merusak diri sendiri dan lingkungan sekitar," tutupnya. 

Selasa, 15 April 2025

Tumpukan Sampah di Cimahi Capai 2 Meter, DLH Akui Dampak Pembatasan di TPA Sarimukti



SURAT KABAR,CIMAHI – Masalah sampah kembali jadi sorotan di Kota Cimahi. Tumpukan sampah setinggi dua meter terlihat menggunung di Jalan Joyodikromo, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. 

Sampah-sampah itu bahkan meluber hingga menutup sebagian bahu jalan di kawasan industri tersebut.


Pantauan pada Rabu (16/4/25), sampah yang didominasi limbah rumah tangga ini mengular sepanjang lebih dari 50 meter. 


Di lokasi juga terlihat papan peringatan bertuliskan “SELAIN WARGA RW 07 DILARANG MEMBUANG SAMPAH”, namun sebagian tulisannya sudah tertutup tumpukan sampah. 


Di tempat itu pun tampak sebuah bak pengangkut sampah yang sudah penuh.

"Udah lama, semenjak ada aturan pembatasan sampah di sana (TPA Sarimukti) jadi menumpuk," ujar Bendrik, petugas pengangkut sampah yang setiap hari melintas dan mengelola sampah di lokasi tersebut.

Menurut Bendrik, tempat itu awalnya memang hanya diperuntukkan bagi warga RW 07 sebagai titik pembuangan sementara karena tidak adanya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang layak di wilayah tersebut. 


Namun, sejak ritase pengangkutan sampah dari Cimahi ke TPA Sarimukti dibatasi, sampah jadi sulit terangkut.


"Biasanya diangkut 5 hari sekali, sekarang seminggu sekali. Jadi 2 hari itu mau disimpen di mana? Terpaksa menumpuk di sini," keluhnya.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, tak menampik kondisi tersebut. Ia menyebut, pembatasan ritase ke TPA Sarimukti memang berdampak besar pada penumpukan sampah di Kota Cimahi, terutama pasca-Lebaran saat volume sampah meningkat tajam.


"Dampaknya pasti ada karena setelah lebaran ini volume sampah meningkat, ritase kita dibatasi, TPS kita penuh semua. Jadi ada beberapa TPS liar, mereka asal nyimpan sampah," kata Rini, sapaan akrabnya.


Saat ini, Kota Cimahi hanya mendapat jatah 17 rit atau sekitar 95 ton per hari untuk membuang sampah ke TPA Sarimukti yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat. Jumlah ini dianggap belum cukup untuk mengimbangi produksi sampah harian warga Cimahi.


Sebagai langkah cepat, DLH Cimahi akan melakukan clean up total terhadap TPS-TPS resmi yang dikelola Pemkot. Selama proses itu berlangsung, pengambilan sampah dari warga ke TPS akan dihentikan sementara selama satu minggu penuh.


"Saya akan melakukan clean up TPS dan semua. Insya Allah kita mulai minggu depan kita melakukan clean up dan akan meliburkan pelayanan satu minggu untuk pengambilan sampah ke TPS," jelas Rini.


Selain pembersihan, DLH juga akan menertibkan TPS liar yang banyak bermunculan akibat krisis pengelolaan sampah ini. Penindakan akan dilakukan agar tidak terjadi pembuangan sembarangan yang berpotensi mengganggu kesehatan dan lingkungan warga.


Lebih jauh, Rini menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, jika masyarakat bisa memilah antara sampah organik dan anorganik, maka beban TPS akan jauh berkurang.


"Masyarakat wajib memilah sampah, minimal kelola yang organiknya. Kalau pemilahan sampah ini berjalan dan dilakukan semua masyarakat, jelas akan sangat membantu," tandasnya.

Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan menyeluruh dan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa kesadaran bersama, bukan tak mungkin tumpukan sampah seperti di Jalan Joyodikromo akan jadi pemandangan sehari-hari di kota yang tengah tumbuh ini.