Selasa, 24 Desember 2024

Evaluasi Pilkada 2024 di Kota Cimahi, Catatan dan Harapan Perbaikan

 


CIMAHI, SURAT KABAR - Pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Cimahi berlangsung lancar tanpa adanya laporan pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). 


Namun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi tetap mencatat beberapa permasalahan teknis yang memerlukan perhatian untuk perbaikan ke depan.


Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Fathir Rizkia Latif, menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi adalah kemampuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang masih di bawah standar.


 "Kami menemukan beberapa KPPS yang belum menuliskan hasil perhitungan di C Plano tetapi sudah menyalinnya. Hal-hal teknis seperti ini, jika tidak ditindaklanjuti di TPS, berpotensi menjadi masalah," ungkap Fathir pada mediia di Grand Hotel Asrilia, Kota Bandung. Selasa (24/12/24).


Fathir menambahkan bahwa berkat kinerja Panitia Pengawas Pemilu Lapangan (PTPS), kekurangan-kekurangan tersebut dapat diatasi dengan baik. 


Sebagai langkah evaluasi, pihaknya telah menyampaikan masukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi agar memperbaiki proses rekrutmen dan pelatihan KPPS sebelum pemilihan mendatang.


Dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis), Bawaslu mengevaluasi kinerja 823 PTPS yang bertugas di seluruh Kota Cimahi. Fathir menegaskan bahwa temuan-temuan yang ada tidak bersifat substansial, sehingga dapat diselesaikan melalui mekanisme pleno di tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi.


"Sampai tanggal 27 pukul 23.00, tidak ada laporan terkait pelanggaran TSM, dan pasca itu juga tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Ini menunjukkan bahwa Pilkada 2024 di Kota Cimahi berjalan lancar tanpa persoalan esensial," tuturnya.


Melalui Rakernis ini, Bawaslu Kota Cimahi berharap dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu untuk menyempurnakan pelaksanaan demokrasi di masa mendatang.

Rabu, 18 Desember 2024

Klik Saldo Dana dan Raih Bonus Rp100 Ribu di Akhir Tahun! Begini Caranya



SURAT KABAR - Menjelang akhir tahun, Dana kembali memanjakan penggunanya dengan promo menarik yang wajib Anda manfaatkan. 


Dengan hanya klik saldo Dana, Anda berkesempatan mendapatkan bonus hingga Rp100 ribu. 


Promo ini menjadi cara mudah untuk menambah saldo dompet digital Anda tanpa ribet.  


Apa Itu Promo Klik Saldo Dana?


Promo ini merupakan program loyalitas dari Dana untuk memberikan apresiasi kepada pengguna setianya. 


Dengan mengikuti promo ini, Anda bisa mendapatkan bonus saldo secara instan hingga Rp100 ribu. 


Promo berlaku hingga akhir tahun, jadi pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan emas ini!  


Cara Ikut Promo Klik Saldo Dana


Ikuti langkah mudah berikut untuk meraih bonus saldo:  


1. Buka Aplikasi Dana


Pastikan Anda sudah memiliki aplikasi Dana terbaru yang terinstal di ponsel Anda.  


2. Klik Saldo di Halaman Utama


Ketuk ikon saldo yang berada di bagian atas aplikasi Dana. Anda akan diarahkan ke halaman promo.  


3. Ikuti Instruksi Promo


Biasanya, Anda akan diminta untuk menyelesaikan beberapa aktivitas seperti top-up saldo, transaksi pembayaran, atau membagikan kode referral.  


4. Bonus Masuk Otomatis


Setelah memenuhi syarat, bonus saldo hingga Rp100 ribu akan otomatis masuk ke akun Dana Anda.  


Syarat dan Ketentuan


- Promo berlaku hingga 31 Desember 2024.  


- Berlaku untuk semua pengguna, baik lama maupun baru.  


- Bonus diberikan setelah syarat transaksi terpenuhi.  


Manfaatkan Kesempatan Akhir Tahun Ini


Jangan lewatkan kesempatan untuk menutup tahun dengan tambahan saldo gratis dari Dana. 


Segera klik saldo Anda sekarang dan nikmati bonus hingga Rp100 ribu. 


Gunakan saldo untuk belanja, bayar tagihan, atau berbagi dengan orang terdekat.  


Ayo klik sekarang, raih bonusnya, dan sambut akhir tahun dengan lebih hemat!

Cara Mudah dan Cepat Cairkan Saldo Dana 2024



SURAT KABAR - Saldo Dana sering menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan instan. Dengan kemudahan penggunaan dan waktu pencairan yang cepat, platform ini semakin digemari. 


Namun, banyak pengguna masih belum mengetahui cara saldo Dana bisa cair dengan cepat. 


Artikel ini akan memberikan panduan praktis dan lengkap untuk Anda yang ingin mencairkan saldo Dana secara mudah dan aman.  

Apa Itu Saldo Dana?


Saldo Dana adalah uang elektronik yang tersimpan di aplikasi Dana, sebuah dompet digital yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembayaran, pembelian, hingga transfer. 


Keunggulan Dana terletak pada fleksibilitasnya, sehingga mempermudah pengguna dalam melakukan transaksi harian.  


Kenapa Harus Cairkan Saldo Dana?


Ada banyak alasan mengapa pengguna ingin mencairkan saldo Dana ke rekening bank atau menariknya dalam bentuk tunai. Beberapa alasan tersebut meliputi:  


1. Kebutuhan mendesak: Untuk memenuhi kebutuhan darurat.  


2. Pembayaran offline: Beberapa transaksi masih membutuhkan uang tunai.  


3. Pemindahan saldo: Memindahkan dana ke rekening bank untuk manajemen keuangan.  


Cara Cepat Cairkan Saldo Dana ke Rekening Bank


Berikut adalah langkah-langkah mudah yang bisa Anda ikuti untuk mencairkan saldo Dana:  


1. Pastikan Akun Dana Anda Premium 


Akun Dana Premium memungkinkan Anda untuk menarik saldo ke rekening bank.


Untuk upgrade ke premium, cukup unggah foto KTP dan ikuti langkah verifikasi.  


2. Hubungkan Rekening Bank

- Buka aplikasi Dana dan pilih menu "Kirim".  


- Klik "Tambah Rekening Bank" dan masukkan detail rekening Anda.  


- Pastikan nama pemilik rekening sesuai dengan akun Dana.  


3. Pilih Opsi Tarik Saldo


- Masuk ke menu "Saldo Saya".  


- Klik "Tarik Saldo" dan pilih rekening bank yang telah terhubung.  


4. Masukkan Jumlah yang Ingin Ditarik


- Masukkan jumlah saldo yang ingin dicairkan.  


- Pastikan nominal sesuai dengan batas minimum pencairan, yaitu Rp10.000.  


5. Konfirmasi dan Tunggu Proses


- Setelah memasukkan jumlah saldo, klik "Konfirmasi".

 

- Proses pencairan biasanya memakan waktu beberapa menit hingga maksimal 1x24 jam.  


Cara Cairkan Saldo Dana Tanpa Rekening Bank

  

Jika Anda tidak memiliki rekening bank, saldo Dana tetap bisa dicairkan melalui minimarket seperti Alfamart atau Indomaret. 


Caranya:  


1. Kunjungi gerai minimarket terdekat.  


2. Berikan kode pencairan Dana kepada kasir.  


3. Kasir akan membantu proses pencairan saldo.  


Tips agar Saldo Dana Cepat Cair


- Pastikan koneksi internet stabil saat melakukan transaksi.  


- Perbarui aplikasi Dana ke versi terbaru.

  

- Hindari kesalahan memasukkan data rekening.  


Keuntungan Menggunakan Dana


1. Cepat dan aman: Proses transaksi dilindungi sistem keamanan berlapis.  


2. Fleksibilitas tinggi: Saldo Dana dapat digunakan untuk pembayaran online maupun offline.  


3. Bebas biaya admin: Untuk pengguna tertentu, pencairan saldo tidak dikenakan biaya tambahan.  


Kesimpulan


Saldo Dana menjadi pilihan terbaik untuk transaksi keuangan modern. 


Dengan panduan di atas, Anda tidak perlu bingung lagi tentang cara mencairkan saldo Dana dengan cepat dan mudah. 


Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah dengan benar agar proses berjalan lancar.  

Pemkot Cimahi Targetkan Penambahan 500 Unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2025



CIMAHI, SURAT KABAR – Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, melakukan kunjungan langsung untuk meninjau 24 unit rumah yang telah selesai dibangun melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di RW 009, Kelurahan Baros, Cimahi Tengah belum lama ini.

Dalam kunjungannya, Dicky menegaskan bahwa tujuan utama dari program Rutilahu adalah untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan rumah bagi masyarakat.

"Program Rutilahu ini memastikan keamanan rumah melalui konstruksi yang jauh lebih baik, lebih terjaga dibanding sebelumnya," ujar Dicky saat diwawancarai oleh awak media.

Dicky juga mengungkapkan bahwa target program Rutilahu di Kota Cimahi akan terus meningkat. 

Pada tahun 2024, program ini berhasil merenovasi 885 unit rumah, dan pada tahun 2025, Pemkot Cimahi menargetkan penambahan sebanyak 500 unit lagi.

"Pada tahun 2025, akan ada penambahan kurang lebih 500 unit," tambah Dicky.

Menurutnya, program Rutilahu tidak hanya sekadar memperbaiki rumah secara fisik, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan tata ruang yang lebih layak dan sehat bagi penghuninya. 

"Sekarang kita bisa lihat keteraturan ruangnya, seperti adanya ruang tamu, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi. Dari sisi kesehatan, terlihat ventilasi yang baik, MCK yang layak, dan lainnya," jelas Dicky.

Dicky juga menekankan pentingnya manfaat yang diterima masyarakat dari program ini. 

Selain itu, pemerintah juga berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman dengan konsep "furniture street," yang mencakup ornamen tambahan seperti lampu, traffic light, dan elemen lainnya yang tidak hanya menyamankan masyarakat, tetapi juga mengamankan.

"Furniture street ini mencakup ornamen tambahan seperti lampu, traffic light, dan elemen lain yang tidak hanya menyamankan masyarakat, tetapi juga mengamankan," ujar Dicky.

Ia memastikan bahwa program ini tidak berhenti hanya pada pembangunan rumah saja. 

"Setelah ini, masih ada beberapa agenda finishing lainnya ke depan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Endang, menjelaskan bahwa saat ini Kota Cimahi masih memiliki sekitar 1.045 unit rumah yang masuk dalam kategori tidak layak huni.

"Kemungkinan beberapa tahun ke depan dapat dituntaskan dengan baik," ujar Endang.

Endang juga menyatakan bahwa tujuan program Rutilahu adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan memastikan ketahanan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan ruang. 

Menurutnya, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan program ini.

"Sementara ini, tidak ada kendala yang berkaitan dengan pelaksanaan program Rutilahu," jelas Endang. 

Namun, ia menyoroti pentingnya sosialisasi regulasi kepada masyarakat terkait administrasi pengajuan bantuan.

"Kami akan sosialisasikan lebih lanjut agar masyarakat lebih paham regulasinya. Warga yang mengajukan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan," tutup Endang.

Pemkot Cimahi Berikan Bantuan Bibit Cabai untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi




CIMAHI, SURAT KABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) memberikan bantuan berupa bibit cabai keriting, cabai rawit, ajir untuk penopang tanaman, pupuk, dan penutup mulsa kepada tiga kelompok tani di Kelurahan Cipageran. 

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, pada Rabu (18/12/2024).

Tiga kelompok tani yang menerima bantuan ini adalah Kelompok Tani Mukti, Mekar Jaya, dan Lebak Saat. 

Pemberian bibit cabai ini bertujuan untuk mendorong para petani agar semakin giat dan semangat mengembangkan pertanian, meskipun menghadapi keterbatasan lahan yang ada.

Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Tita Maryam, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pengendalian inflasi di Kota Cimahi. 

ia menyebutkan bahwa inflasi sering kali terjadi, terutama menjelang hari besar atau hari keagamaan, dengan harga cabai yang kerap meningkat tajam.

"Tujuan kami dari Dinas Pangan dan Pertanian adalah untuk memastikan ketersediaan dan stok cabai di Kota Cimahi tetap cukup. Kami bekerja sama dengan pasar-pasar yang ada untuk menampung hasil panen dari para petani atau kelompok tani," ujar Tita.

Tita juga menyampaikan bahwa meskipun Kota Cimahi akan menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru) beberapa hari mendatang, stok cabai di Cimahi masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Alhamdulillah sampai hari ini, meskipun kami akan menghadapi Nataru beberapa hari kedepan, stok cabai yang kami pantau masih aman dan cukup untuk masyarakat Kota Cimahi," tambah Tita.

Tita menjelaskan bahwa lahan di Cimahi memiliki potensi yang sangat baik untuk penanaman cabai. 

Selain itu, cabai merupakan salah satu komoditas yang sering memicu inflasi, sehingga Pemkot Cimahi berfokus pada pengembangan swasembada pangan dan ketahanan pangan melalui penanaman cabai.

"Meski potensi kami terbatas, ini adalah upaya untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah. Kami ingin petani Cimahi yang langsung menyediakan produk-produk swasembada pangan di Cimahi," lanjutnya.

Tita juga mengungkapkan bahwa dengan membeli langsung dari petani, harga cabai dapat lebih bersaing karena jarak dari kebun ke pasar lebih dekat, sehingga mengurangi biaya transportasi.

"Jika harga cabai di pasar induk biasanya lebih mahal karena biaya ongkos angkut, namun dengan membeli langsung dari petani, harga dapat lebih terjangkau," jelasnya.

Tita menambahkan bahwa meskipun harga cabai dapat meningkat seiring dengan permintaan yang tinggi, hingga saat ini harga masih dalam batas yang wajar dan tidak mengalami lonjakan signifikan.

"Insha Allah, kami pastikan komoditas para petani aman di Cimahi," tutup Tita.

Nasabah BPR Kencana Cimindi Tertahan Tabungannya, Koperasi Pasar Cimindi Jadi Alternatif



CIMAHI, SURAT KABAR – Sebanyak 48 nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kencana Cimindi terpaksa merasakan dampak dari masalah keuangan yang melanda bank tersebut. 

Tabungan mereka, yang paling besar mencapai Rp80 juta, tertahan selama bertahun-tahun akibat bank yang masih berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak dapat mengeluarkan uang.  

Ketua Paguyuban Pasar Cimindi sekaligus Ketua Koperasi Pasar Tradisional dan Pedagang Kaki Lima, Asep Rohendi, yang biasa disapa Jefri, mengungkapkan ketidakmampuan nasabah untuk mengakses tabungan mereka sangat berdampak pada kehidupan para pedagang di Pasar Cimindi.  

“Dari pihak OJK menyebutkan bahwa BPR Kencana Cimindi masih dalam pengawasan dan tidak bisa mengeluarkan uang, karena ada masalah kredit macet. Alasan tersebut membuat para nasabah tidak bisa mengambil uang mereka,” kata Jefri saat ditemui di Pasar Cimindi, Rabu (18/12/2024).  

Meskipun BPR Kencana Cimindi mengalami kesulitan, koperasi yang ada di Pasar Cimindi justru mengalami peningkatan jumlah nasabah. 

Menurutnya, banyak pedagang yang sebelumnya menyimpan uang mereka di BPR, kini memilih untuk menarik seluruh tabungan dan menabung di koperasi pasar.  

“Koperasi pasar Cimindi ini sebenarnya bertambah nasabah karena banyak pedagang yang akhirnya memilih menabung di sini setelah BPR tidak bisa diakses," ujarnya.

Jefri berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan, mengingat dampak besar yang dirasakan oleh para pedagang yang mengandalkan tabungan mereka untuk kebutuhan usaha dan kehidupan sehari-hari. 

Ke depan, ia berharap agar nasabah yang terhambat ini dapat segera mendapatkan kejelasan terkait pengembalian dana mereka.

"Namun, yang sangat disayangkan adalah tabungan mereka yang cukup besar di BPR tetap tertahan, sementara alasan yang diberikan adalah adanya kredit macet,” tandasnya.  

Sejumlah SMP di Cimahi Terpaksa Menumpang, Pemkot Berupaya Cari Solusi Pembangunan Gedung Baru




CIMAHI, SURAT KABAR – Empat sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Cimahi, yakni SMPN 12, SMPN 13, SMPN 15, dan SMPN 16, masih menghadapi masalah besar terkait fasilitas pendidikan. 

Keempat sekolah tersebut terpaksa menumpang di gedung sekolah lain karena belum memiliki gedung sendiri.  

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Heni Tishaeni, menjelaskan situasi ini berdampak pada kegiatan belajar-mengajar yang terpaksa dilakukan dengan sistem yang tidak ideal. 

"Untuk SMPN 13, mereka saat ini berbagi gedung dengan sebuah SD, dan kegiatan belajar-mengajar terpaksa dibagi menjadi dua sesi, dengan sesi pertama untuk SD yang dimulai pagi hari, dan sesi kedua untuk SMP yang berlanjut hingga sore hari," ungkap Heni saat ditemui di kantornya, Rabu (18/12/2024).  

Menurut Heni, SMPN 13 telah mengajukan permohonan kepada Pemkot untuk mendapatkan tanah bagi pembangunan gedung sekolah baru. 

Namun, lokasi yang ditawarkan di belakang Kabuci Cipageran memiliki tantangan besar.  

“Tanah yang disediakan Pemkot memang ada di belakang Kabuci Cipageran, namun tanah tersebut berada di daerah perkampungan dan persawahan dengan akses jalan yang terbatas. Untuk membangun gedung di sana, diperlukan pembebasan lahan tambahan agar akses jalan lebih memadai. Proses ini tentu memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit,” tambahnya.  

Selain SMPN 13, SMPN 16 juga menghadapi masalah serupa dan sudah beberapa tahun mengajukan permohonan hibah tanah dari Dinas Sosial Provinsi untuk pembangunan gedung sekolah. 

Pihak sekolah berharap permohonan tersebut dapat segera dipenuhi agar mereka tidak lagi bergantung pada gedung sewaan.  

"Untuk sementara, kami terus mengandalkan gedung sewaan yang kontraknya diperpanjang setiap tahun. Namun, kami berusaha untuk mencari solusi, termasuk mencari lahan untuk pembangunan sekolah," kata Heni.  

Sementara itu, SMPN 15 tengah dalam proses pembelian tanah untuk pembangunan gedung sekolah yang direncanakan dimulai pada tahun 2026.

"Kami berharap proses ini dapat selesai sesuai rencana pada tahun 2025, sehingga masalah keterbatasan fasilitas sekolah bisa segera teratasi," ujar Heni.  

Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para siswa, yang selama ini harus menempuh proses belajar dengan keterbatasan fasilitas. 

"Hal ini juga menjadi harapan besar bagi orang tua siswa, yang ingin anak-anak mereka dapat belajar di lingkungan yang lebih baik dan memadai," tandasnya.

Tabungan Pedagang Pasar Cimindi Senilai Ratusan Juta Belum Kembali, Nasabah Hanya Bisa Menunggu

Kantor BPR Kencana Cimindi yang Kini Menjadi Kantor LPS

CIMAHI, SURAT KABAR  – Para pedagang Pasar Cimindi Kota Cimahi dirundung kecemasan akibat tabungan mereka di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kencana Cimindi yang tak kunjung bisa dicairkan.

Hal ini terjadi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin operasional bank tersebut pada Senin (16/12/2024).  

Ketua Paguyuban Pasar Cimindi sekaligus Ketua Koperasi Pasar Tradisional dan Pedagang Kaki Lima, Asep Rohendi, yang akrab disapa Jefri, menyebutkan bahwa nasabah sudah tidak bisa menarik uang sejak tahun lalu.  

“Alasannya tetap sama, karena dari OJK. Bukan berarti tidak mau mengganti, tetapi dengan status ini, nasabah jadi tidak bisa menarik uang,” ungkap Jefri saat ditemui di Pasar Cimindi, Rabu (18/12/2024).  

Menurut Jefri, pihak BPR Kencana Cimindi menyatakan kredit macet sebagai penyebab utama. 

"Katanya ada pinjaman dari nasabah yang jaminannya hanya berupa sertifikasi. Jadi, tidak bisa dicairkan karena bukan barang berharga,” tambahnya.  

Ia mengungkapkan, tabungan nasabah Pasar Cimindi yang tertahan mencapai lebih dari Rp500 juta. Bahkan, ada nasabah dengan tabungan terbesar senilai Rp80 juta.  

“OJK sempat survei ke BPR, tapi tetap saja beroperasi, dan nasabah hanya digantung seperti ini,” keluhnya.  

Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengenai pengembalian dana. Jefri menyarankan pedagang untuk beralih menabung di koperasi, yang pengelolaannya dianggap lebih transparan.  

Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Pasar Cimindi, Wahyu Yuhana, mengatakan bahwa pihaknya sudah mencoba meminta bantuan pemerintah. Namun, langkah tersebut belum membuahkan solusi konkret.  

“Pedagang hanya ingin tabungan mereka cair. Kalau harus memakai pengacara, itu dikembalikan lagi ke masing-masing pedagang, karena ada yang keberatan,” ujar Wahyu.  

Salah satu nasabah, Edi (51), yang merupakan pedagang sembako, mengaku kesulitan karena tabungannya digunakan sebagai modal usaha.  

“Anak mau sekolah, kuliah, semua terhambat karena harus mencari dana dari luar. Tabungan saya sekitar Rp40 juta, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian,” tuturnya.  

Nasabah lainnya, Hartini (52), menyimpan tabungan terbesar senilai Rp80 juta. 

“Semua tabungan ini dari keluarga. Seharusnya untuk belanja THR, tapi uangnya tidak bisa diambil,” katanya.  

Andre, salah satu pegawai BPR Kencana Cimindi, menyebutkan bahwa kasus ini telah ditangani oleh LPS. Proses pengembalian dana nasabah diperkirakan memakan waktu 90 hari kerja.  

“Seluruh nasabah BPR di Bandung Raya, termasuk BPR Kencana Cimindi, akan dipegang oleh LPS. Dana nasabah akan dikembalikan secara bertahap,” ujarnya.  

Staff LPS Cimindi, Syifa, menambahkan bahwa pencairan dana akan dilakukan setelah data BPR masuk ke sistem LPS.  

“Nasabah perlu menyiapkan buku tabungan BPR dan KTP. Informasi lebih lanjut bisa dicek di website www.lps.go.id,” jelasnya.  

Para nasabah kini hanya berharap agar uang mereka, yang sebagian besar disimpan untuk tujuan penting seperti pendidikan dan ibadah, bisa segera kembali.

Kamis, 05 Desember 2024

Tradisi dan Ketahanan Pangan Kampung Adat Cireundeu di Tengah Modernisasi

Kampung Adat Cireundeu Cimahi
Rumah Panggung di Kampung Adat Cireundeu

CIMAHI, SURAT KABAR – Di tengah pesatnya modernisasi, Kampung Adat Cireundeu yang terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, tetap kokoh mempertahankan tradisi, kearifan lokal, dan ketahanan pangan berbasis singkong. 


Kampung ini tidak hanya dikenal karena budaya uniknya, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bertahan tanpa bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama.


Sejarah dan Filosofi Kampung Cireundeu
Nama "Cireundeu" berasal dari pohon reundeu, tanaman herbal yang dulu banyak tumbuh di kawasan ini. Hingga kini, sebagian besar warga menggantungkan hidup pada pertanian singkong. 


Dari hasil bumi tersebut, mereka mengolah singkong menjadi rasi (beras singkong), yang menjadi makanan pokok warga.


Tradisi pangan ini telah diwariskan secara turun-temurun. Sebuah pepatah Sunda yang sering diajarkan di kampung ini mencerminkan filosofi ketahanan pangan mereka:
"Teu Boga Sawah Asal Boga Pare, Teu Boga Pare Asal Boga Beas, Teu Boga Beas Asal Bisa Nyangu, Teu Nyangu Asal Dahar, Teu Dahar Asal Kuat."


Ungkapan ini menggambarkan esensi ketahanan pangan masyarakat Cireundeu, yang menekankan pentingnya makanan lokal seperti rasi, tidak hanya sebagai kebutuhan fisik tetapi juga bagian dari praktik spiritual.


Ketahanan Pangan sebagai Identitas Lokal
Selama puluhan tahun, pengolahan singkong menjadi rasi telah menjadi tradisi yang membangun kemandirian pangan warga. Bahkan, mereka tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga beras di pasaran. 


Abah Asep Abas, salah satu sesepuh Kampung Adat Cireundeu, mengungkapkan bahwa mereka terus memperkenalkan makanan berbasis singkong kepada masyarakat luas.


"Kami kemas produk ini agar lebih dikenal dan juga untuk mendukung kearifan lokal, terutama dalam ketahanan pangan," ujarnya. 


Abah Asep juga menekankan bahwa edukasi tentang pengolahan singkong lebih mereka prioritaskan dibanding pengembangan skala industri. 


"Kami ingin orang lain belajar cara mengolahnya, bukan sekadar membeli produk," tambahnya.


Tantangan di Tengah Arus Modernisasi
Kehadiran wisatawan memberikan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Cireundeu. Menurut Abah Asep, kunjungan wisatawan dapat memengaruhi adat istiadat setempat. 


Namun, mereka berusaha menyeimbangkan antara menjaga tradisi dan mengakomodasi pariwisata. "Kami terus berupaya agar budaya kami tetap lestari, meskipun harus menghadapi tantangan dari luar," ujarnya.


Seni tradisional seperti calung juga menjadi bagian penting dalam menjaga budaya lokal. "Calung bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana untuk memahami nilai-nilai kehidupan," jelas Abah Asep. 


Selain itu, tradisi syukuran adat seperti syukuran lembur di bulan Sura tetap dijalankan untuk menjaga hubungan spiritual dengan alam dan leluhur.


Festival Budaya sebagai Wadah Edukasi
Untuk memperkenalkan budaya Cireundeu lebih luas, festival budaya pertama di kampung ini digelar pada 5–7 Desember 2024. 


Festival ini bukan sekadar ajang pariwisata, melainkan sarana edukasi tentang adat, ketahanan pangan, dan seni tradisional. 


"Kami berharap festival ini menjadi tempat belajar tentang adat istiadat dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur," tutur Abah Asep.


Melestarikan Warisan Leluhur
Dengan komitmen yang kuat, masyarakat Kampung Adat Cireundeu terus berupaya menjaga tradisi di tengah perubahan zaman. 


Mereka membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya memperkaya identitas lokal tetapi juga menjadi solusi nyata untuk menghadapi tantangan modernisasi.


Cireundeu bukan hanya sekadar kampung adat, tetapi juga simbol ketahanan dan keberlanjutan yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Terjebak di Myanmar, Riyan Setiaputra Pulang dengan Selamat

 

Riyan Setiaputra pulang setelah terjebak sindikat di Myanmar
Riyan Setiaputra (30) saat bersama Kakaknya usai Kembali Dari Myanmar


CIMAHI, SURAT KABAR – Kepulangan Riyan Setiaputra (30), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cimahi, dari Myanmar disambut haru oleh keluarganya di kediaman mereka di Jalan Cihanjuang No. 18, Cibabat, Cimahi Utara. Setelah tujuh bulan penuh tekanan, Riyan berhasil kembali ke rumahnya setelah terjebak dalam sindikat kerja ilegal yang bermula dari tawaran sahabat dekatnya.  


Berangkat dengan harapan bekerja sebagai admin kripto di Thailand dengan gaji Rp11 juta per bulan, Riyan tidak menyangka tawaran itu akan membawanya ke dalam situasi yang berbahaya. Ia berangkat bersama 21 orang lainnya, termasuk 10 dari Jawa Barat. 


"Saya ditawari teman dekat. Dia bilang semua biaya ditanggung dan pekerjaan akan legal setibanya di sana," tutur Riyan.  


Namun, setibanya di Thailand, Riyan mulai curiga karena hanya dibekali visa turis. Kecurigaan itu terjawab ketika ia dan rombongan dibawa ke Mae Sot, kemudian menyeberangi sungai menuju Myanmar di bawah pengawalan tentara separatis bersenjata. 


"Saat itu saya belum tahu kalau sudah berada di Myanmar. Baru sadar setelah melihat suasana di Myawaddy," ungkapnya.  


Riyan mengaku dipaksa menjalani pelatihan menjadi scammer di kawasan penipuan yang dulunya adalah hutan. 


"Saya harus mempelajari script untuk menipu korban melalui Facebook atau aplikasi kencan," jelasnya. 


Kegagalan menarik uang dari korban berujung pada pemindahan divisi hingga penyiksaan fisik.  


Keadaan semakin memburuk ketika laporan mereka ke pemerintah Indonesia bocor akibat mata-mata yang juga berasal dari Indonesia. 


"Kami dijatuhi hukuman berat. Disekap, dipukul, dan diminta membayar denda Rp500 juta per orang," ujarnya sambil mengenang masa kelam itu.  


Setelah 44 hari proses identifikasi sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Chiang Rai, Thailand, Riyan akhirnya bisa pulang. 


Namun, meski bebas, luka fisik dan trauma akibat penyiksaan masih membekas. "Saya dipukul dengan bambu kuning di bagian tubuh yang tak terlihat," katanya dengan suara bergetar.  


Riyan menegaskan bahwa ia mengikuti tawaran itu bukan karena tergiur gaji besar, tetapi karena kepercayaannya pada sahabat dekatnya. 


Kini, ia berharap kisahnya menjadi pelajaran bagi orang lain agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri.

PMI Asal Cimahi, Selamat dari Sindikat Kerja Ilegal di Myanmar

Riyan Setiaputra, PMI Cimahi yang berhasil dipulangkan dari Myanmar
Riyan Setiaputra (30) saat Kembali di Rumah Bersama Keluarga usai Terjebak di Myanmar


CIMAHI, SURAT KABAR – Perjuangan Riyan Setiaputra (30), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cimahi, untuk kembali ke tanah air akhirnya membuahkan hasil setelah ia terjebak dalam sindikat kerja ilegal di Myanmar. 


Riyan menjadi bagian dari puluhan PMI yang berhasil dipulangkan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat pada Jumat, 29 November 2024.  


Riyan dan sembilan PMI lainnya dari Jawa Barat tiba di Indonesia menggunakan maskapai AirAsia pukul 22.10 WIB. Kepulangannya membawa harapan baru bagi PMI yang masih tertahan di negara konflik tersebut.  


"Kami menerima 107 pengaduan sepanjang 2024, dan sejauh ini 44 orang sudah berhasil pulang," ujar Neng Wepi, Kepala Tim Pencegahan dan Penanganan Kasus BP3MI Jawa Barat, saat ditemui di kediaman Riyan di Jalan Cihanjuang, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kamis (5/12/2024).  


Neng menjelaskan bahwa Riyan menjadi korban penipuan pekerjaan oleh sahabat dekatnya sendiri, yang menjanjikan pekerjaan mudah namun justru menjeratnya dalam pekerjaan ilegal oleh sindikat non-prosedural.  


Proses pemulangan Riyan dilakukan melalui koordinasi intensif antara BP3MI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan perwakilan Indonesia di Myanmar. 


"Meskipun kondisi di Myanmar masih konflik, kami terus berupaya mempercepat pemulangan PMI melalui koordinasi erat dengan Kemlu," tambah Neng.  


Saat ini, BP3MI Jawa Barat masih memantau 14 kasus serupa, di mana 10 orang telah dipulangkan dan 4 lainnya masih tertahan. 


Namun, data dari KBRI dan Kemlu menyebutkan ada sekitar 3.000 WNI yang masih berada di Myanmar.  


"Jumlah yang berhasil kami pulangkan masih kecil karena tidak semua korban melapor," kata Neng. Ia juga menegaskan bahwa BP3MI aktif memanfaatkan laporan dari media sosial dan help desk untuk menangani kasus tanpa harus menunggu pengaduan resmi.  


Neng mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri tanpa visa dan perjanjian resmi. "Bekerja di luar negeri harus melalui prosedur resmi pemerintah. Jangan mudah tergoda tawaran di media sosial tanpa verifikasi dari instansi resmi," tegasnya.  


Ia juga menyoroti tantangan dalam menangani kasus PMI non-prosedural yang sering kali minim dokumen pendukung dan kronologi yang jelas. "Sebagian besar korban hanya menyebut calo sebagai pemberangkat, membuat proses penyelesaian menjadi sulit," ungkapnya.  


Sepanjang 2023, BP3MI Jawa Barat menangani 1.103 kasus PMI, dengan 80% di antaranya berangkat secara prosedural. 


Pemerintah pusat melalui Kementerian PPMI berkomitmen membuka lebih banyak peluang kerja resmi bagi WNI untuk mencegah keberangkatan ilegal. "Kita semua harus tetap waspada dan mengikuti prosedur yang benar," pungkas Neng.

Selasa, 03 Desember 2024

Ngatiyana-Adhitia Raih Kemenangan di Pilkada Cimahi 2024 dengan 41,71 Persen Suara

Kemenangan Ngatiyana-Adhitia Pilkada Cimahi
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi nomor urut 2, Ngatiyana-Adhitia Yudisthira, berhasil keluar sebagai pemenang dalam Pilkada Cimahi 2024

CIMAHI, SURAT KABAR – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi nomor urut 2, Ngatiyana-Adhitia Yudisthira, berhasil keluar sebagai pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cimahi 2024. 


Keunggulan mereka ditetapkan melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat kota yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, Selasa (3/12/2024), di Cimahi Techno Park.


Hasil rekapitulasi menunjukkan pasangan Ngatiyana-Adhitia meraih 121.108 suara atau 41,71 persen dari total suara sah. 


Mereka unggul atas pasangan nomor urut 1, Dikdik S. Nugrahawan-Bagja Setiawan, yang memperoleh 110.673 suara (34,66 persen), serta pasangan nomor urut 3, Bilal Insan Muhammad Priatna-A. Mulyana, dengan raihan 68.591 suara (23,63 persen).


Distribusi Suara di Tiga Kecamatan

Keunggulan Ngatiyana-Adhitia tampak merata di seluruh kecamatan di Kota Cimahi:

  • Cimahi Utara: Pasangan ini meraih 33.798 suara, unggul atas Dikdik-Bagja (30.995 suara) dan Bilal-A. Mulyana (21.603 suara).
  • Cimahi Tengah: Ngatiyana-Adhitia memperoleh 37.404 suara, mengalahkan Dikdik-Bagja (26.328 suara) dan Bilal-A. Mulyana (17.654 suara).
  • Cimahi Selatan: Pasangan ini juga memimpin dengan 49.906 suara, diikuti Dikdik-Bagja (43.350 suara) dan Bilal-A. Mulyana (29.334 suara).


Proses Rekapitulasi Berjalan Lancar

Ketua KPU Kota Cimahi, Anzhar Ishal Afryand, memastikan seluruh proses rekapitulasi berjalan lancar tanpa ada keberatan dari pihak mana pun.


"Kami telah menyelesaikan rekapitulasi suara. Pasangan Ngatiyana-Adhitia berhasil memperoleh suara terbanyak. Proses berlangsung transparan sesuai prosedur," ungkap Anzhar usai rapat pleno.


Rekapitulasi ini mencakup data dari 812 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Kota Cimahi. 


Dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 419.974 orang, jumlah suara sah tercatat 290.372, sementara 12.201 suara dinyatakan tidak sah. Total suara, termasuk sah dan tidak sah, mencapai 302.573 suara.


Tahap Selanjutnya: Penetapan dan Pengunggahan Hasil

Hasil rekapitulasi akan diunggah ke Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dan dilaporkan ke KPU Provinsi Jawa Barat. Selain itu, KPU Kota Cimahi juga sedang mempersiapkan penetapan pasangan pemenang sesuai arahan teknis dari KPU RI.


"Kami akan melaporkan hasil ini melalui Sirekap dan mengumumkannya di platform resmi KPU. Jika tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi, kami berharap proses penetapan berjalan lancar," tambah Anzhar.


Antisipasi Gugatan dan Harapan Keberlanjutan

KPU juga menyatakan kesiapannya menghadapi kemungkinan gugatan, namun optimis seluruh proses Pilkada Cimahi 2024 dapat selesai tanpa hambatan berarti.

Senin, 02 Desember 2024

Pemkot Cimahi Serukan Kolaborasi untuk Atasi HIV/AIDS

Kolaborasi Pemkot Cimahi atasi HIV/AIDS
Pemerintah Kota Cimahi ajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama atasi HIV/AIDS


CIMAHI, SURAT KABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menangani permasalahan HIV/AIDS. 


Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat, lembaga terkait, dan sektor swasta.  


"Penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, lembaga-lembaga terkait, dan sektor swasta," ujar Dicky saat ditemui di Pemkot Cimahi, Selasa (3/12/2024).  


Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam meningkatkan kesadaran, menyediakan layanan kesehatan yang memadai, serta mencegah stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.  


Dicky berharap kolaborasi antar sektor dapat terus ditingkatkan untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan dan merumuskan langkah-langkah baru yang lebih efektif.  


"Kolaborasi antar sektor harus terus diperkuat, agar setiap langkah yang kita ambil membawa dampak positif bagi penurunan angka kasus HIV/AIDS di Kota Cimahi," katanya.  


Lebih lanjut, Dicky menjelaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS mencakup berbagai upaya seperti pencegahan, pengobatan, dan peningkatan kesadaran masyarakat.  


"Penanggulangan AIDS membutuhkan kerjasama antara pemerintah, lembaga kesehatan, masyarakat, dan individu. Peran aktif setiap lapisan masyarakat sangat penting untuk mengurangi penyebaran HIV dan memperbaiki kualitas hidup orang yang terinfeksi," jelasnya.  


Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dan penyuluhan berbasis informasi yang benar untuk mengurangi kesalahpahaman di masyarakat.  


"Saya berharap pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat dan segera diterapkan dalam program kerja ke depan," tambahnya.  


Dicky mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengurangi penyebaran HIV/AIDS, mendukung pengidapnya, serta menghilangkan stigma dan diskriminasi.  


"Dengan semangat gotong royong dan sesuai tema rakor hari ini, 'Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa,' saya yakin kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan inklusif. Mari kita wujudkan Kota Cimahi yang bebas dari HIV/AIDS," pungkasnya.

Plat Nomor Ganda Viral, Satlantas Polres Cimahi Tilang Pemilik Mercedes-Benz dan Fortuner

Mobil viral plat nomor tertukar
Dua Kendaraan Roda Empat Diamankan Satlantas Polres Cimahi atas Tindakan Menggunakan Plat Nomor Tidak Berkesuaian


CIMAHI, SURAT KABAR – Satlantas Polres Cimahi mengamankan dua kendaraan roda empat yang viral karena penyalahgunaan plat nomor kendaraan. Kendaraan yang terlibat adalah Toyota Fortuner 2023 warna putih dan Mercedes-Benz warna biru.  


Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, menjelaskan bahwa plat nomor tersebut terdaftar di Samsat dengan identitas pemilik atas nama Muhammad Fajar.  


“Berdasarkan pengakuan Muhammad Fajar, pada 1 Desember 2024 ia dalam perjalanan dari Bekasi menuju BSD untuk mengikuti kontes otomotif. Saat perjalanan, plat nomor belakang mobil Mercedes-Benz jatuh, sehingga plat nomor Fortuner dipasang di Mercedes-Benz,” ungkap Tri Suhartanto di Mapolres Cimahi, Selasa (3/12/2024).  


Fajar mengaku melakukan tindakan tersebut untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, plat nomor D 777 SAH sesuai dengan STNK. Sementara itu, kendaraan dengan plat nomor B 8699 CW juga memiliki surat-surat lengkap. Namun, Fortuner tersebut tidak memasang plat nomor depan saat diperiksa.  


“Kami telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan serta menilang Mercedes-Benz tersebut karena menggunakan plat nomor yang tidak sesuai. Sesuai Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, plat nomor adalah identitas kendaraan yang tidak boleh dipertukarkan,” jelas Tri Suhartanto.  


Muhammad Fajar menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan Polres Cimahi atas insiden tersebut.  


"Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan kepolisian. Kronologinya, saat mengejar waktu untuk acara kontes, plat Mercedes-Benz terjatuh. Karena mobil Fortuner berwarna mencolok, saya pindahkan platnya ke Mercedes-Benz. Saya tidak menyangka hal ini menjadi viral dan dikira mobil bodong," jelas Fajar.  


Ia berjanji menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar lebih bijak dalam bertindak di masa depan.

Minggu, 01 Desember 2024

Penataan Baru Alun-alun Cimahi Jadi Daya Tarik Wisata Modern

Penataan baru Alun-alun Cimahi
Jalan di Alun-alun Cimahi kini berlapis batu andesit, menghadirkan suasana modern

CIMAHI, SURAT KABAR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi telah menyelesaikan proyek penataan tiga ruas jalan di kawasan Alun-alun Kota Cimahi. 


Dengan lapisan batu andesit yang memberikan kesan estetis, kawasan ini kini menyerupai suasana ikonik Jalan Braga di Kota Bandung.


Meski demikian, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Cimahi, Deni Herdiana, menyatakan masih ada sejumlah evaluasi untuk penyempurnaan.


“Pengerjaan sudah rampung, namun kami menemukan beberapa titik yang perlu perbaikan, seperti area yang mudah tergenang air. Saat ini, kontraktor sedang melaksanakan masa pemeliharaan selama enam bulan sesuai kesepakatan,” ungkap Deni, Senin (2/12/2024).


Deni juga menegaskan bahwa meski berlapis batu andesit, jalan tersebut mampu menopang kendaraan yang melintas. 


Namun, rencana jangka panjang DPUPR adalah menjadikan kawasan ini area pedestrian yang terintegrasi dengan Alun-alun Kota Cimahi.


“Ke depan, kendaraan akan dibatasi melintas di area ini. Konsepnya akan berfokus pada pedestrian yang lebih ramah pejalan kaki, dengan pengelolaan parkir yang lebih teratur,” tambahnya.


Sebagai bagian dari proyek ini, DPUPR juga telah merapikan infrastruktur kabel dengan membangun ducting atau dak kabel bawah tanah untuk menggantikan kabel udara yang semrawut.


"Ini adalah langkah awal untuk menata utilitas perkotaan. Penataan kabel yang lebih rapi akan memberikan estetika yang lebih baik sekaligus meningkatkan keamanan," ujar Deni.


Detail Anggaran Proyek Penataan

Proyek revitalisasi ini mencakup tiga ruas jalan utama, yaitu:

  • Jalan Sekolahan: Anggaran lebih dari Rp 2 miliar.
  • Jalan Ria: Anggaran lebih dari Rp 2,3 miliar.
  • Jalan Kaum: Anggaran lebih dari Rp 900 juta.


Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, sebelumnya menyampaikan harapannya agar Alun-alun Cimahi dapat menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik bagi warga maupun pengunjung dari luar daerah.


“Kami berkomitmen menjadikan kawasan Alun-alun ini sebagai magnet baru untuk masyarakat dan wisatawan. Penataan akan dilakukan bertahap agar hasilnya maksimal,” ungkap Dicky.


Ia juga mengungkapkan bahwa peresmian jalan yang telah direnovasi akan segera dilakukan, diikuti dengan rencana penataan lanjutan untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.


Dengan konsep baru yang mengedepankan kenyamanan, keindahan, dan tata kota yang lebih baik, kawasan Alun-alun Cimahi diharapkan menjadi ikon baru kebanggaan warga Cimahi.

Paslon 2 Unggul di Cimahi Selatan Menuju Rekapitulasi Kota

Rekapitulasi suara Pilkada Cimahi Selatan
Proses rekapitulasi Pilkada Cimahi Selatan 2024 di Gedung Teknopark

CIMAHI, SURAT KABAR – Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilkada Kota Cimahi 2024 di tingkat Kecamatan Cimahi Selatan berlangsung pada Sabtu malam (30/11/2024) di Basement Gedung Teknopark. 


Hasil pleno menunjukkan pasangan calon (paslon) nomor urut 2 unggul dengan perolehan 49.906 suara. Mereka mengalahkan paslon nomor 1 yang mengumpulkan 43.350 suara dan paslon nomor 3 dengan 29.334 suara.


Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cimahi Selatan, Susi Harini, memastikan seluruh tahapan rekapitulasi berjalan transparan dan sesuai prosedur. “Proses ini melibatkan saksi dari masing-masing paslon. 


Hasilnya sinkron dengan data dari tempat pemungutan suara (TPS). Rekapitulasi di 552 TPS yang tersebar di lima kelurahan bukanlah tugas mudah, namun alhamdulillah selesai dengan baik,” ungkap Susi.


Berikut rincian perolehan suara di lima kelurahan di Cimahi Selatan:

  • Kelurahan Melong: Paslon 1 (13.802 suara), Paslon 2 (13.015 suara), Paslon 3 (5.707 suara).
  • Kelurahan Cibeureum: Paslon 2 (11.486 suara), Paslon 3 (10.559 suara), Paslon 1 (9.714 suara).
  • Kelurahan Cibeber: Paslon 2 (6.494 suara), Paslon 1 (5.687 suara), Paslon 3 (3.531 suara).
  • Kelurahan Leuwigajah: Paslon 2 (8.655 suara), Paslon 1 (8.204 suara), Paslon 3 (4.213 suara).
  • Kelurahan Utama: Paslon 2 (8.693 suara), Paslon 3 (4.587 suara), Paslon 1 (4.532 suara).


Susi menambahkan bahwa hasil ini diharapkan menjadi representasi suara masyarakat Cimahi Selatan. “Kami berharap proses ini menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu menjawab harapan warga Cimahi,” ujarnya.


Tahapan rekapitulasi akan berlanjut ke tingkat kota pada 5 Desember 2024. Hingga kini, jadwal pelaksanaan pleno kota masih sesuai rencana. “Kami siap menyelenggarakan pleno berikutnya tanpa kendala berarti,” tutup Susi.

UMK Cimahi 2025 Dirumuskan Berdasarkan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

UMK Cimahi 2025
UMK Cimahi 2025 Dirumuskan Berdasarkan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi


CIMAHI, SURAT KABAR – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5% yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto menempatkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai dasar utama perumusan Upah Minimum Kota (UMK) Cimahi 2025. Formulasi ini tengah dirumuskan di tingkat pusat sebelum diputuskan oleh Gubernur Jawa Barat.  


Kepala Bidang HI dan Jaminan Sosial Disnaker Kota Cimahi, Febie Perdana Kusumah, menjelaskan bahwa proses perumusan UMK Cimahi masih menunggu formulasi dari pemerintah pusat. 


"Keputusan akhirnya ada di tangan gubernur. Kota hanya memberikan rekomendasi yang akan menjadi dasar penetapan UMK," kata Febie saat ditemui Jabar Ekspres, Senin (2/12/2024).  


Febie juga menambahkan bahwa Dewan Pengupahan Kota Cimahi, yang terdiri dari pemerintah, serikat pekerja, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), akan melakukan pleno sebelum rekomendasi disampaikan ke Wali Kota. "Perbedaan pendapat antaranggota adalah hal biasa dan tidak memengaruhi kelangsungan pleno," ujarnya.  


Meskipun begitu, Disnaker tetap berupaya menyerap aspirasi buruh. "Kepala daerah akan mematuhi aturan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial di masyarakat," tandasnya.  


Di sisi lain, Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, Indra Bagjana, menjelaskan bahwa Cimahi sempat mengalami deflasi yang cukup signifikan. 


"Cimahi termasuk tiga besar kota dengan deflasi tertinggi di Jawa Barat, dengan indeks harga perdagangan minus 3," jelas Indra.  


Deflasi tersebut terjadi pada Juli hingga September 2024, yang dianggap sebagai fenomena musiman. 


"Deflasi bukan karena lemahnya daya beli, melainkan tren tahunan. Kondisi pasar mulai pulih pada Oktober, bukan karena harga barang naik, melainkan daya beli yang mulai membaik," ungkapnya.